Indonesian Art News Agency


Unisba Tolak Rencana Kenaikan BBM
Mei 8, 2008, 12:55 pm
Diarsipkan di bawah: social-culture, theatre | Tag: , ,

Teks/foto : Frino Bariarcianur
Mahasiswa Universitas Islam Bandung [Unisba] menolak rencana pemerintah untuk menaikkan harga BBM [8/5/08]. Mereka menilai kebijakan tersebut sebenarnya sebuah ancaman yang menyengsarakan rakyat Indonesia. Selain itu mereka juga menyesalkan SBY yang hanya bisa berurai air mata saat nonton film “Ayat-ayat Cinta” ketimbang melihat kesengsaraan rakyat dengan kenaikan BBM. (lagi…)



Unpar Gelar Peringatan Satu Abad Kebangkitan Nasional
Mei 8, 2008, 12:22 am
Diarsipkan di bawah: social-culture | Tag: , , ,

Teks : Frino Bariarcianur
Pusat Kajian Humaniora Universitas Katolik Parahyangan Bandung menggelar peringatan Satu Abad Kebangkitan Nasional dengan tema “Intelegensia Indonesia.” (lagi…)



Pasukan Elite Indonesia
Mei 5, 2008, 2:41 pm
Diarsipkan di bawah: Performance Art | Tag: ,

Priston dan kawan-kawan melakukan performance art di tengah-tengah aksi demo buruh dan tani, Kamis, 1 Mei 2008, di sepanjang jalan Supratman Bandung. Priston dan kawan-kawan menyoroti situasi sosial Indonesia saat ini. Mulai dari sistem kepemerintahan yang bobrok, buruh kontrak sampai kepemimpinan SBY-JK yang tidak memihak rakyat. Mereka menyuguhkan performance art ini dengan bergaya seperti sebuah pasukan elite. [Frino Bariarcianur/beritaseni]



Multikulturalisme sebuah Perjuangan Panjang Bangsa Indonesia
Mei 3, 2008, 7:00 pm
Diarsipkan di bawah: social-culture | Tag: , , ,

Oleh Sri Sultan Hamengku Buwono X
Secara umum, kompleksitas masyarakat mejemuk tidak hanya ditandai oleh perbedaan-perbedaan horisontal, seperti yang lazim kita jumpai pada perbedaan suku, ras, bahasa, ada-istiadat, dan agama. Namun, juga terdapat perbedaan vertikal, berupa capain yang diperoleh melalui prestasi [achievement]. (lagi…)



Kamejemukan adalah Sunnatullah
Mei 3, 2008, 2:47 pm
Diarsipkan di bawah: social-culture | Tag: ,

Teks : Frino Bariarcianur
Bangsa Indonesia dilahirkan dalam kondisi yang beragam. Ada yang berkulit gelap, ada juga berkulit terang, ada yang bermata belok ada juga yang bermata sipit, ada yang beragama Islam dengan berbagai aliran, juga ada yang beragama Katolik, Hindu, Budha dan seterusnya. Keberagaman ini adalah kekayaan tak ternilai. Tetapi kenapa persoalan SARA masih kental dan muncul dalam setiap perseteruan juga di dalam pergaulan diantara kita? (lagi…)



Teater Kaum Tertindas
Mei 3, 2008, 6:11 am
Diarsipkan di bawah: theatre | Tag: ,

Teks : Frino Bariarcianur
Seorang suami tengah mencari harapan di depan dokter. Tetapi sesampai di depan dokter semuanya pupus. Keputusan dokter sudah tegas bahwa isterinya tak bisa diperiksa. Alasannya karena mereka tak bisa membayar biaya pemeriksaan. Dan lagi sebagai buruh kontrak ia tak punya tunjangan kesehatan. Kisah ini saya ambil ketika menyaksikan teater dalam aksi demonstrasi memperingati Hari Buruh Sedunia, Kamis, 1 Mei 2008 di depan Gedung Sate, Bandung. (lagi…)



MARUSYA MENGELOLA GKJ SECARA TIDAK SENONOH
Mei 3, 2008, 4:19 am
Diarsipkan di bawah: Uncategorized | Tag: ,

Oleh Butet Kartaredjasa*
Semenjak mementaskan monolog “MATINYA TOEKANG KRITIK” pada Agustus 2006, saya berjanji tidak bersedia lagi berpentas di Gedung Kesenian Jakarta [GKJ] selama gedung itu masih dipimpin Marusya. Baik pementasan dalam wacana kultural, komersial atau pun sosial. Dan semenjak itu sudah puluhan tawaran dari sejumlah panitia saya tolak karena venue yang digunakan adalah GKJ. (lagi…)