Diarsipkan di bawah: theatre

Teater Garasi; Laboratory of Theatre Creations akan mempersembahkan pertunjukan kelima berjudul “Lelaki itu Mengaku Sebagai Jamal” oleh Jamaliddin Latif. Pertunjukkan monolog ini merupakan rangkaian dari pertunjukan “Seri Solo Sembilan Aktor” yang diadakan setiap minggu pada bulan April – Mei 2007 di Kota Yogyakarta.
Pertunjukkan “Lelaki Itu Mengaku Sebagai Jamal” karya Andri Nur Latif ini menyoal kembali identitas seseorang. Tokohnya adalah Jamal yang gelisah dan bingung di tengah hiruk pikuk zaman. Kisahnya bermula di ruang ganti pakaian pertokoan. Di situlah Jamal merasa identitas cepat berubah lalu muncul pertanyaan-pertanyaan, pernyataan-pernyataan, kebingungan-kebingunannya atas identitasnya.
Kisah ini bisa dibaca sebagai sebuah otokritik terhadap sistem nilai yang kita jalani sehari-hari. Nilai-nilai itu terus dipertahankan keberadaannya karena manusia memilih nilai itu sebagai ukuran atas segala macam tindakan. Selain mempertahankan keberadaan nilai manusia juga dituntut untuk berhadapan dengan resiko-resiko.
Dalam siaran pers yang dikeluarkan Reni Karnila Sari, Pimpinan Produksi Teater Garasi menyatakan,” Kita bertindak karena nilai-nilai yang kita pilih. Nilai-nilai (yang kita pertahankan) dan tindakan-tindakan (yang kita ambil) membawa kita berada di luar Diri kita. Kita asing dengan Diri kita sendiri. Kita ada tapi juga tak ada.”
Dalam mewujudkan pementasan monolog ini, Jamaluddin Latif melibatkan Banjar Tri Andaru sebagai penata cahaya, Ananto “Manteb” Prasetyo untuk menggarap imaji visual, Risky Summerbee sebagai penata suara dibantu oleh Safrudin “Gombloh” Haryanto, Johan didik, M. Qomaruddin dan Nur Kholis “Brekele” sebagai stage manager dan kru.
Jamaluddin Latif adalah aktor senior Teater Garasi. Sebelum menggarap monolog ini, dia terlibat dalam beberapa pementasan antara lain “Prism” di Tokyo, Singapore, Manila, Bangkok, Kuala Lumpur dan Jakarta, “Waktu Batu #3″ di Yogya, Jakarta, Singapore, Berlin dan Tokyo, dan “Repertoar Hujan” di Tokyo.
Pertunjukan ini akan digelar pada hari Kamis dan Jumat, 3-4 Mei 2007 di lembaga Indonesia Prancis Yogyakarta jalan Sagan 3 Yogyakarta, pukul 20.00 WIB. Monolog “Lelaki itu Mengaku Sebagai Jamal” ini diproduksi oleh Teater Garasi dan bekerjasama dengan Culturel & Development Programme Kedutaan Belanda dan didukung oleh Mes 56 Stock Photo, Jogja National Museum dan Lembaga Indonesia Prancis. [frino, foto : dokumentasi Teater Garasi ]
No Comments Yet sejauh ini
Tinggalkan komentar
<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <pre> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

