Diarsipkan di bawah: photography

Teks/foto : Frino Bariarcianur
Ruangan Galeri Soemardja sejak Kamis malam, 21 Mei 2007 terpajang puluhan gambar perempuan-perempuan cantik. Tapi jangan harap Anda melihat foto-foto itu seperti yang dihasilkan fotografer glamour/model Indonesia, karena Wilfrid Rouff, sang fotografer, memotret dunia panggung busana yang penuh gemerlap menjadi foto yang bersifat sehari-hari. Ia memotret dengan sederhana.
Ia berani memotret bagian tubuh perempuan yang menurut kebanyakan orang “tak cantik”. Ia juga berani melakukan tindakan “cropping” atau pemotongan gambar pada wajah seorang model dengan ekstrim. Tidak hanya itu, ia juga mengambil adegan-adegan di luar panggung yang tampak manusiawi, yang jarang difoto oleh para fotografer.

Eksplorasi yang dilakukan oleh Wilfrid Rouff termasuk hal baru dalam dunia fotografi glamour di Indonesia. Dapat pula dikatakan banyak fotografer Indonesia tak berani mengambil resiko seperti Wilfrid dengan alasan takut nggak sesuai keinginan klien. Buktinya dari sekian banyak situs atau majalah fotografi terbitan Indonesia selalu sama menampilkan karya foto; harus bersih, warna harus kinclong, dan yang diobrolkan selalu perihal teknik-teknik pengambilan gambar serta alat yang digunakan. Hanya itu!
Wilfrid Rouff bukan hanya memotret untuk kesenangan dirinya tapi juga memotret demi kebutuhan klien.
Eksplorasi kegelisahan Wilfrid Rouff tidak hanya di dunia fotografi ia juga bereksplorasi dengan membuat karya web-art, video, dan lain-lain. Ia juga menjadi pembicara di dalam perkembangan dunia seni. Sejak tahun 1978, ia mempresentasikan penelitiannya di Paris, New-York, Caen, Cahors, dll.
Sepertinya para fotografer glamour Indonesia harus berpikir ulang dan berani melepas pakem-pakem keindahan sebuah foto agar dinamisasi maupun wacana fotografi Indonesia semakin berkembang.
Awas buat yang belum liat pameran ini jangan sampai ketinggalan, pameran yang diselenggarakan oleh CCF Bandung dan Galeri Soemardja akan berakhir pada tanggal 30 Mei 2007.[]
7 Tanggapan sejauh ini
Tinggalkan sebuah tanggapan
<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <pre> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>


Mungkinkah Wilfrid menemui hambatan atau kebosanan saat memotret model sehingga akhirnya dia memilih untuk memamerkan karya-karyanya yang di luar kebiasaan fotografi mode?
Comment oleh adi Mei 25, 2007 @ 8:15 amapakah ada fotografer indonesia, berani melakukan hal seekstrim itu dalam hasil karyanya?
Comment oleh Gian Juli 20, 2007 @ 8:49 pmmungkin ada, bahkan lebih, hanya saja mungkin hal ekstrim yang dilakukan oleh fotografer indonesia berbeda dengan Wilfrid….
contatec frédérique couratier au 0609239706 merci
Comment oleh frédérique couratier Juli 22, 2007 @ 8:44 pmGian, setiap fotografer memang punya metode dalam merekam sebuah gambar, aku setuju itu. Hanya saja, jika benar ada fotografer Indonesia yan tergolong revolusioner atau ekstrim dalam fotografi, siapa ya? Kalo yang digital imaging banyak.
Seperti yang Bung Gian bilang, mungkin ada….dan kita hanya bisa bilang mungkin. Tetapi sampai sekarang entah kenapa, tak ada yang berani membuktikannya. Tul gak?
n.b : para fotografer indonesia terlalu sibuk ngurusin alat
salam
Comment oleh beritaseni Juli 23, 2007 @ 3:26 pmfrino [west borneo]
hi salam kenal semuanya saya pernahjuga ngeliput waktu ketemu di CCCL surabaya saya diberi alamat email / web di tapi setelahh saya buka g bisa ini alamtnya http://www.w.rouf@libertysunf.fr
Comment oleh yohan Zukamotto AKA Joe Juli 25, 2007 @ 2:06 amklo sudah ada yang menemukannya boleh email saya di
twelve20five@yahoo.com
saya juga ada web blog di http://www.wiwid2005.multiply.com
monggo mampir saya tunggu kabarnya ttg wilfrid
http://www.w.rouff@libertysunf.fr ( koreksi ini yang benar ) dolbe “FF”
Comment oleh yohan Zukamotto AKA Joe Juli 25, 2007 @ 2:07 ambaru sebentar juga ketemu in linknya selamant meembuka profil sang fotogarfer wilfrid
Comment oleh yohan Zukamotto AKA Joe Juli 25, 2007 @ 2:09 amdi http://www.artmajeur.com/rouff/
sudah pasti benar dech
okay
salam