Indonesia Art News Agency


Tanah Yang Hilang
Juni 12, 2007, 4:15 pm
Diarsipkan di bawah: agenda, dance

Teks oleh Yanusa

Dedy Lutan Dance Company akan menggelar pementasannya di Gedung Kesenian Jakarta, 19-20 Juni 2007. Adapun tema yang diangkat oleh Dedy Lutan terinspirasi dari gundulnya hutan-hutan di Kalimantan dan hilangnya ladang-ladang yang justru adalah nafas bagi kehidupan suku-suku Dayak di sana. Dedy Lutan mencoba melihat dengan perspektif yang lebih luas.

Bertajuk “Tanah yang Hilang” , Dedy Lutan mencoba mengekspresikan keprihatinannya akan kian banyaknya ‘tanah’ ‘ladang’, atau bahkan ‘mata pencarian’ yang tiba-tiba terenggut dari tangan kita. 

“Tanah” bukan lagi sebidang lahan. “Tanah” di mata Dedy Lutan, bisa menjelma apa saja. Bagi orang kota, ‘tanah’ bisa berarti lapangan pekerjaan, bisa pula berarti ‘ruang-ruang’ lain yang berkaitan dengan masalah ‘periuk nasi’. 

Bersama para penari dari Solo: Heri ‘bodonk’, Agus mBendol dan Boby A. Setiawan, yang digabungkan dengan penari Jakarta (Wiwik HW, Amelia Ahtari, Upik Andriani dan penari dari komunitas DLDC lainnya) komposisi tari berdurasi sekitar 50 menit ini akan menyajikan sesuatu yang layak kita jadikan bahan renungan. 

Kali ini pun, sebagaimana beberapa pementasan sebelumnya, Iga Mawarni, di tengah kesibukannya di dunia Jazz, bertindak sebagai Pimpinan Produksi. []


1 Komentar sejauh ini
Tinggalkan komentar

supaya pesan lingkungan hidup tersampaikan, alangkah indahnya bila ada road show penampilan di kota-kota tertentu, misalnya Solo. I’ll be watching this!

Komentar oleh ulfa




Tinggalkan komentar
Baris dan paragraf terpisah secara otomatis, alamat email tidak akan ditampilkan, kode HTML diperbolehkan: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <pre> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>