Indonesia Art News Agency


Lukisan Barli Semakin Dicari, Nilainya Diperkirakan Meningkat Tajam
Juni 15, 2007, 11:56 am
Diarsipkan di bawah: visual arts

Teks oleh Teguh Raharjo

BANDUNG : Lukisan Barli Sasmitawinata, pelukis asal Bandung yang meninggal pada 8 Februari 2007 lalu ternyata semakin diburu para kolektor lukisan. Putra pertama Barli, Agung Wiwekaputra mengatakan sejak ayahnya meninggal dunia beberapa kolektor lukisan mulai berdatangan ke Museum Barli berniat membeli koleksi lukisan yang dipamerkan.

“Ada beberapa kolektor dari Jakarta , Surabaya, Bali dan juga Bandung yang datang berniat membeli lukisan, tetapi tidak kami lepas,” katanya kepada Bisnis kemarin.

Dia mengatakan lukisan yang dipamerkan di museum pribadi keluarga Barli berjumlah 100 buah dan menurut pesan almarhum Barli semua lukisan tersebut tidak boleh dijual.

Agung mengatakan sudah menjadi kebiasaan jika seorang pelukis yang sudah dikenal masyarakat meninggal dunia maka lukisannya akan banyak kolektor yang berburu lukisannya, sehingga diperkirakan lukisan almarhum Barli nilainya bisa meningkat tajam.

Meningkatnya harga lukisan, kata dia, juga bisa disebabkan oleh tingginya permintaan pasar atau adanya kolektor terkenal yang sedang mencari lukisan tertentu.

Dia mencontohkan saat pelukis Hendra Gunawan meninggal ada pengusaha properti dari grup Ciputra yang langsung memborong lukisannya dan mendongkrak harga lukisan tersebut.

“Saat awal beliau meninggal adem-adem saja, tetapi tiga tahun kemudian lukisan harga lukisan Hendra bisa menembus ratusan juta hingga satu miliar,” katanya.

Saat ini, kata dia, tidak ada lukisan Barli di Museum Barli yang akan dijual, meski permintaan tinggi, sehingga diperkirakan harga lukisannya akan merangkak naik.

Kurator seni dari Red Point Galery Heru Hikayat mengatakan naiknya harga jual lukisan Barli sangat mungkin terjadi meski memerlukan waktu yang panjang hingga bertahun-tahun setelah pelukis tersebut meninggal.

“Saat ini harga lukisan Barli di balai lelang masih kecil hanya puluhan juta saja karena ukurannya memang kecil tapi bisa jadi harganya akan naik,” katanya.

Dia mengatakan untuk mendongkrak nilai jual lukisan Barli bisa dilakukan dengan mengadakan pameran perjalanan hidum almarhum atau retrospektis atau pameran yang menggabungkan lukisan Barli dengan pelukis lain yang nilainya mahal.

“Dulu ada semacam buku monogrami yang menceritakan perjalanan lukisan Barli ditulis oleh Jim Supangkat dan bisa mendongkrak harga lukisan Barli. Nah, sekarang bisa dibuat lagi buku seperti itu,” katanya.

Tergantung Kolektor

Kurator lainnya dari Galeri Kita, Riski Zaelani mengatakan naiknya harga lukisan Barli tergantung dari pergerakan para kolektor lukisan Barli sendiri apakah aktif bermain di balai lelang atau tidak. Sayangnya lukisan Barli jarang dikoleksi oleh orang di luar Bandung.

“Saya memperkirakan lukisan yang akan naik harganya adalah lukisan realis dari Barli. Barli dikenal sebagai bapak realis,” katanya.

Seorang pelukis asal Bandung Syarif Hidayat mengatakan lukisan Barli bisa naik harganya karena berdasarkan pengalaman yang dialaminya.

“Saat almarhum ayah saya, Tohny Joesoef meninggal tiga tahun kemudian harga lukisannya meningkat tajam. Alasannya tidak ada lagi produksi lukisan yang dibuat sehingga akan menjadi barang langka,” ungkapnya.

Dia mengatakan untuk meningkatkan nilai jual dari lukisan Barli, para kolektor lukisan atau pun pihak keluarga Barli harus aktif melakukan pameran-pameran atau mengikuti perkembangan harga lukisan Barli di balai lelang.

Keluarga Barli dan sejumlah seniman Bandung berencana melakukan peringatan 100 hari meninggalkan pelukis realis tersebut pada tanggal 9 Juni 2007, di Bale Seni Barli Kota Baru Parahyangan Bandung.

Acara tersebut berupa pameran seni lukis dan diskusi seni rupa dengan tema Menilik Peran Pelukis Barli Sasmitawinata dalam Perkembangan dan Pertumbuhan Seni Rupa Indonesia Modern.

Pembicara yang akan hadir antara lain pengamat seni rupa Jim Supangkat, sedangkan peserta pameran adalah murid-murid almarhum pelukis Barli dan beberapa pelukis lainnya dari Bandung, Jakarta, Yogyakarta, Tasikmalaya, dan Bali.

Barli Sasmitawinata, meninggal pada hari Kamis, 8 Februari 2007 di RS Advent Bandung. Almarhum merupakan guru yang gigih dan dikenal sebagai pelukis realis yang andal.

Dasar-dasar ilmu gambar akademis dipelajarinya di Academie Grande de la Chaumiere, Paris Prancis pada 1950, di Rijksacademie voor Beeldende Kunsten, Amsterdam, Belanda, sampai 1956.[]

* Teguh Rahardjo adalah jurnalis yang bekerja di Bisnis Indonesia, tulisan ini pernah dimuat pada tanggal 8 Juni 2007. Email : poboxngguh@yahoo.com


& Komentar sejauh ini
Tinggalkan komentar

Bung Teguh, memang mungkin ada resiko khusus ketika narasumber tulisan hanya diwawancara lewat telepon. sekedar suara yang kurang jelas misalnya, bisa menimbulkan salah penulisan. Dalam kutipan pernyataan saya, “retrospektif” dan “monografi” ditulis jadi “retrospektis” dan “monogrami”. Saya juga tidak merasa menyarankan pameran lukisan Barli disandingkan dengan lukisan lain yang harganya mahal. Rasanya saya bilang, strategi itu biasa dilakukan dalam susunan imej di katalog balai lelang. Lebih dari itu, sebelum saya menyatakan apa-apa dalam hal Barli, saya bilang saya belum sempat memperhatikan kondisi harga karya2 Barli sepeninggal beliau. Jadi keterangan dari pihak seperti Agung Wiwekaputra harus dianggap lebih valid. Satu lagi, Rizki A. Zaelani bukan kurator dari Galeri Kita. Ia salah satu kurator Galeri Nasional Indonesia. trima kasih.

Komentar oleh Heru Hikayat

saya punya lukisan barli, lengkap sertifikat gambar penari bali. Harga Rp. 100jt

Komentar oleh Ali

saya naldifirmansyah
mempunyai lukisan barli asli
kenang2an beliau waktu pameran di savoy homann ketika itu beliau berada di jepang saya kontak dia ternyata lukisan itu di berikan buat saya.
saya akan jual 50jt,siapa yang berminat hubungi saya karna di jual cepat.

Komentar oleh naldifirmansyah

saya naldifirmansyah
mempunyai lukisan barli asli
kenang2an beliau waktu pameran di savoy homann ketika itu beliau berada di jepang saya kontak dia ternyata lukisan itu di berikan buat saya.
saya akan jual 50jt,siapa yang berminat hubungi saya karna di jual cepat.lukisan itu berjudul perjuangan

Komentar oleh naldifirmansyah

ya, heru hikayat benar.

Komentar oleh Rene Richard

Saya punya lukisan,PEMANDANGAN PANTAI hasil karya Oel Tiang Oen th. 54, tadinya saya tidak tahu,setelah aku cari di internet teryata Oel Tiang Oen adalah seorang tionghoa yang dokter,pejuang,dan orang yang dicintai oleh masarakat kecil dan dapat anugerah ningrat.
Setelah tahu saya jadi bangga punya lukisanya,dan anehnya beliau bukanlah seorang pelukis ,jadilah koleksi saya ini pastilah barang yang langka.
Untuk komentar bisa SMS ke 081330696716

Komentar oleh puralda

Beberapa waktu lalu saya mengikuti pembukaan Pameran di Prestasi Golf Andalan, kawasan SCBD, Jakarta. Dimotori Red Box Gallery. Menampilkan lima karya pelukis Syarief Hidayat, Susentono, Ian Mulyana, Agus Wiguna, Zainal Achmar. Yang mengusung masing tema berbeda, namun idealismenya bukan terletak pada harga yang pretisius. Pameran seni rupa bertajuk “Sinergi Rupa” digelar sebagai jembatan pencerahan guna meyampaikan nilai-nilai estetika. Memadukan 58 karya dari lima pelukis dari berbagai disiplin diantara-nya. Bermula pertemuan mereka di workshop Gadog, kawasan Puncak, Jawa Barat. Kelima pelukis ini diberikan ruang dan ekpresi sesuai dengan karakter dan ide masing-masing dalam berkarya. Saya kira bagus untuk selalu dibuat pelukis lintas eknis, lintas agama, guna menyemai benih pluralisme.

Dan saat ini saya seorang wartawan di majalah Budaya Batak TAPIAN, ingin menulis karya-karya seni rupa seperti itu, dan yang pernah di pajang di luar negeri. Mohon, jika ada orang yang mau memberikan data.

Hotman Jonathan Lumbangaol alias Hojot Marluga

Komentar oleh Hotman Jonathan Lumbangaol

Bung Hotman,
Ada banyak perupa-perupa kita yang sudah oke di dunia internasional, diantaranya : Titarubi, Agus Suwage, Heri Dono, Arahmaiani, Hanafi, Handi Wirman, Krisna Murti, Sunaryo, Nyoman Nu Arta, Tanto, Putu Sutawijaya, Asmudjo Jono Irianto, Dadang Christanto, Tisna Sanjaya, Entang Wiharso, Ugo Untoro, Yuswantoro Adi, dll.

Nama-nama ini mudah dikenali dengan mesin pencari seperti di Om Google.

Ada teman-teman yang ingin menambahkan?

salam
frino bariarcianur

Komentar oleh beritaseni

saya mau jual lukisan barli ( gambar perempuan )
jika berminat bisa email saya di rezappreza@yahoo.com untuk saya kirim gambar/fotonya

Komentar oleh reza

DIJUAL LUKISAN BARLI
rezappreza@yahoo.com

Komentar oleh reza

saya ada lukisan klasik pelukis sanjaya…hub 08161181198. salam

Komentar oleh jaco

saya punya lukisan klasik 1920-an. oleh pelukis belanda, warisan dari buyut saya. yang minat email- nanti saya upload fotonya

Komentar oleh yogie

ukuran 30×40 diatas papan black&white
rumahdesain110@gmail.com

Komentar oleh yogie

Saya punya lukisan ASLI,TITANIC hasil karya JHICOC pelukis ITALY tahunnya saya lupa, ukuran 100×40 cm, statistic : acrilyc/compas. koleksi saya ini pastilah barang yang langka. harga 1 milyar
Untuk komentar bisa SMS ke 021-4267047, 68913034

Komentar oleh Arya

Saya pny tmn yg ingin jual lukisan asli dan bersertifikat, lukisan karya afandi dngn judul “Tari Legong”.
ada tanda tangan asli dari istri ke 2 dgn harga Rp.250.000.000, ‘n klo mo d tambah dgn tanda tangan asli dari istri pertama ada tmbahan Rp. 150.000.000

klo ada yg berminat dpt hub. saya ke hp 08998848025 (wibie)

Komentar oleh wibie

FOR SALE
BALINESE PAINTING
By Maestro : Rembed MD., Ubud, Bali
Dimension : 1,50m x 1,00 m
Price : US $1,950.00
cp:
aris@mustikautama.co.id
ym : aris_ap3
0856 92020 322
021 94341105

lihat foto : http://arisap3.blogspot.com

Komentar oleh ap3

1. LUKISAN AFFANDI : ” AYAM TARUNG ”
Ukuran : 145 x 95 cm
Tahun : 1970
Harga : 450 jt (nego)
Sertifikat tidak ada (warisan keluarga)

2. LUKISAN AFFANDI : ” RUMAH BUN POO ”
Ukuran : 90 x 120 cm
Tahun : 1969
Harga : 425 jt (nego)
Sertifikat ada.

Di jamin keasliannya 100% dan langka,bisa langsung di check di musium atau kurator..
Kalau ada buyer/kolektor yang berminat serius,dapat menghubungi saya di nomer : 08569862047 / 021-98665286 (Faizal Rachman)

Komentar oleh Faizal Rachman

pak barlisasmita kita akui memang pelukis senior,tetapi tidak semua karya pelukis senior atau maestro pasti mahal,tergantung obyeknya juga,saat ini saya juga sedang mencari pelukis/lukisan tua tidak harus maestro,tetapi pelukisnya dikenal luas,kalau ada hub saya di bintonnadapdap@yahoo.co.id hp 0812-8990118 / 021 70176889. smoga karya barli tetap bagus diapresiasi masyarakat

Komentar oleh Binton Nadapdap

lukisan Barli memang hebat…dan mahal.
Saya pernah kuliah di ITB SENIRUPA dan alumni Arsitektur UNPAR Bandung.Saya sering melukis sejak SD dan mulai pameran pertama th 1974 di gedung merdeka Bandung dg pelukis cilik Dadan Gundara saat itu.Saya sering mendapat juara 1 dalam setiap lomba-lomba lukis sejak SD S/D SLTA.Sejak kuliah di Arsitek mulai jarang melukis.Sekarang saya mulai aktif lagi melukis…blog saya art-indonesiagallery.blogspot.com dan architecture-indonesiagallery.blogspot.com
dan painting-indonesiagallery.blogspot.com

Komentar oleh Yan-arsitek




Tinggalkan komentar
Baris dan paragraf terpisah secara otomatis, alamat email tidak akan ditampilkan, kode HTML diperbolehkan: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <pre> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>