
Teater Institut Unesa Universitas Negeri Surabaya (IKIP), tanggal 27 Juni 2007, pukul 19.00 WIB akan menggelar pementasan teater bertajuk Nyai Ontosoroh di Universitas Negeri Surabaya, Kampus Ketintang. Cerita ini menggambarkan perlawanan seorang gundik Belanda yang menentang hukum Belanda. Seorang perempuan berhati baja yang disebut-sebul melampaui jamannya. Kisah ini diambil dari buku “Bumi Manusia” [1980] karya Pramudya Ananta Toer. 
Ismirul [berkerudung] berperan sebagai Nyai Ontosoroh, Didik Wahyudi [berswiter, celana pendek] berperan sebagai Minke dan Pipi [bekerudung jarit]berperan sebagai Annelies serius berlatih. Pementasan ini disutradarai R. Giryadi. []Foto Dokumentasi Teater Institut Unesa
Informasi:
R. Giryadi 081 330 65 78 45
email : zahiria@yahoo.com
& Komentar sejauh ini
Tinggalkan komentar
<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <pre> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>


Insyaallah nanti malam aku akan menontonnya di Unesa. (Kawan2 di Jakarta juga lagi gegap gempita menyambut ‘Nyai Ontosoroh’ yang rencananya akan dipentaskan pertengahan Agustus nanti di TIM).
Komentar oleh Heru K Juni 27, 2007 @ 10:04 amSaya berharap, pementasan nanti bisa menjadi visualisasi yang pas tentang cerita ‘Bumi Manusia’ yang selama ini hanya bisa kita nikmati dari buku. Paling tidak bisa jadi sebuah nostalgia bagi aku pribadi yang pertama kali baca tetralogi Pulau Buru itu 13 tahun lalu. Waktu itu, aku baca masih bentuk fotokopian lho. Soalnya khan waktu itu buku2 Pram masih dilarang.
Untuk kawan2 di TI, aku punya usul. ‘Gimana kalo lain waktu (kalo ada kesempatan dan dana tentu), ‘Nyai Ontosoroh’ coba dipentaskan dengan latar gedung tua bekas penggilingan padi di Ketintang. Tahu khan?
Aku dan kawan2 dulu, sehabis membaca buku itu sempat ngobrol soal khayalan kami masing2 soal tempat2 yang menjadi setting cerita itu. Dan klop, khayalan kami umumnya sama. Kami membayangkan rumah dan perusahaan Tuan Mellema (yang dikendalikan oleh Sanikem) adalah gedung tua bekas penggilingan padi itu.
Suwun yo…
gue baca novel bumi manusia. ceritanya bagus bgt tapi sayang bgt gue ga bisa nonton operanya karena gue tinggal di padang. rugi deh
Komentar oleh karina Januari 4, 2008 @ 1:29 am