Diarsipkan di bawah: theatre

Laki-laki itu bangun di pagi hari. Sejak kecil memimpikan menjadi pemain sirkus yang mampu mengekspresikan kegelisahan dirinya. Laki-laki itu bangun pagi, mandi di sebuah kolam angan-angan dalam pertunjukkan sirkus 9.81.

Saya tak menyangka laki-laki yang duduk sebentar di samping saya adalah orang yang akan memperlihatkan keahliannya berakrobatik. Orangnya tegap dan murah senyum.
Saat lampu dimatikan dia keluar dari kain hitam dengan meluncur bebas di papan yang licin. Dia seperti berenang. Lalu menjelma seperti tokek besar, burung, ulat dan spiderman. Dia menaiki tiang setinggi kurang lebih 7,5 meter kemudian masuk ke dalam kota besar. Gerakannya luwes dan berirama bersamaan iringan musik yang membawa saya menghayal di alam bebas. Tak ada tali pengaman di tubuhnya saat bergantung di kotak yang mirip sarang burung itu. Sesekali kepalanya keluar dari lubang dan penonton memberinya tepukan kekaguman.
Dia menjalin angannya, dia mewujudkan mimpinya dengan teaterikal. Memesona penonton malam itu.
Dia juga melompat dari satu tiang ke tiang yang lain. Berjalan seperti spiderman yang menempel di tiang sambil memainkan bola. Ia terjun bebas menuju lantai menggunakan tali lentur dan mantul kembali ke atas. Saat dia mengambil nafas penonton memberi tepukan sekali lagi. Saya melihat Prabowo Setyadi, sibuk mengambil gambar. Sepertinya tak ingin melepaskan setiap gerakan. Saya sendiri masih tegang melihat aksi laki-laki itu.
Laki-laki yang bergerak luwes itu adalah guru olahraga dan seorang pecinta alam sejati. Namanya Eric Lacomte [38]. Bagi saya pertunjukkan ini, dengan menjadi [atau menyatu] dengan alam lalu menikmatinya dengan sebuah pertunjukkan sirkus adalah sebuah mimpi anak kecil yang terindah.
Malam itu sepulang dari Dago Tea House [15 Juni 2007] saya terus membicarakan mimpi Eric. Hanya Bowo, fotografer yang membantu saya liputan agak kecewa karena merasa tidak maksimal bekerja. “Sudahlah…yang penting kita sudah melihat satu lagi pertunjukkan yang membuat kita harus banyak belajar.” kata saya.[]
Teks : Frino Bariarcianur
Foto : Prabowo Setyadi
Tidak ada Komentar sejauh ini
Tinggalkan komentar
Tinggalkan komentar
Baris dan paragraf terpisah secara otomatis, alamat email tidak akan ditampilkan, kode HTML diperbolehkan:
<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

