Indonesian Art News Agency


Dewi Persik Dilarang Tampil di Bandung
April 12, 2008, 12:58 am
Diarsipkan di bawah: music | Tag: ,

Teks : Adi Marsiela

Walikota Bandung Dada Rosada mencekal penyanyi dangdut Dewi Persik untuk tampil di kotanya. “Banyak warga yang meminta saya untuk melarang Dewi Persik manggung,” kata Dada kepada wartawan di Bandung, Kamis (10/4).

Orang nomor satu di Kota Bandung ini juga mengaku dirinya belum pernah melihat secara langsung seperti apa penampilan Dewi Persik di panggung. Menurut Dada, dari laporan yang diterimanya, sang penyanyi seringkali tampil sensual sehingga membuat orang risih. “Itu dapat merusak iman. Lebih baik dilarang.”

Dewi Persik juga sudah mendapatkan larangan tampil dari Walikota Tangerang Wahidin Halim dengan alasan serupa. Selain itu, Tangerang juga memiliki Peraturan Daerah No. 8 Tahun 2005 mengenai pelarangan berbuat maksiat. 

Dada sendiri mengaku tidak takut apabila pelarangan itu malah diperkarakan oleh Dewi Persik. “Ya silakan saja dia menuntut, tetapi kehendak warga Kota Bandung seperti itu. Saya tentunya lebih berpihak pada warga. Tangerang saja yang tidak menyebut dirinya sebagai Kota Agamis melarangnya, apalagi Kota Bandung yang menyebut diri sebagai Kota Agamis,” katanya.

Apabila nantinya Dewi Persik yang memenangkan perkara, Dada mempersilahkan sang penyanyi untuk tampil. “Kalau mau tampil sebenarnya boleh, asal baju dan goyangnya sopan,” ungkap dia.

Ketua Front Pembela Islam Kota Bandung, Asep Abdullah sangat mendukung pernyataan walikota tersebut. “Kami pun telah melayangkan surat larangan itu. Dan jika tetap manggung di sini, nanti panggungnya akan kita hancurkan,” ancam Asep.

Menurutnya, penampilan panggung seperti Dewi Persik tidak boleh dibiarkan. Sebagai artis, Dewi telah menjadi salah satu pelopor munculnya maksiat. [Suara Pembaruan]


& Komentar sejauh ini
Tinggalkan komentar

telah berdiri
DPFC (Dewi Persik Fans Club) Bandung
ketua : Matdon
Sekjen: Frino
Seksi Publikasi : Adi mau teu?
Seksi Tata Rias : Rana akbari
Seksi sekali : yuli Jp daekeun teu nya?

Komentar oleh matdon April 16, 2008 @ 10:29 am

Semoga setelah membatasi tampilan-tampilan yang dianggap maksiat, para penguasa juga menjadi lebih agamis, bijak dan jujur dalam memimpin negeri ini.

Komentar oleh ipung April 24, 2008 @ 10:07 pm



Tinggalkan komentar
Baris dan paragraf terpisah secara otomatis, alamat email tidak akan ditampilkan, kode HTML diperbolehkan: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>