Ada tiga perempuan yang dipotret Agus Bebeng Hadyana atau biasa dipanggil Bebeng. Mereka adalah Niniek L. Karim, Maryam Supraba dan Rieke Diah Pitaloka. Tiga perempuan ini dipotret saat pementasan teater “Perempuan Menuntut Malam’ di Teater Tertutup Dago Tea House, Bandung, 28-29 Maret 2008 lalu. Foto panggung yang disajikan Agus Bebeng lebih menyuguhkan ekspresi ke-3 perempuan.

Ketiga perempuan yang dipotret Agus Bebeng merupakan representasi dari 3 tipe perempuan Indonesia yang gelisah dan bermasalah. Mereka berperan sebagai politisi, korban kekerasan dalam rumah tangga [KDRT] serta perempuan pekerja seks komersial [PSK]. Pementasan ini pula merupakan alat kampanye untuk menyuarakan kepentingan perempuan di Indonesia.

Pada setiap koleksi foto pementasan “Perempuan Menuntut Malam” karya Bebeng, yang saya minta, hampir keseluruhannya merekam ekspresi ke-3 perempuan. Bisa jadi ini adalah khas Bebeng, meskipun sebelumnya ia pernah memamerkan karya fotografi yang berupa garis-garis cahaya yang aneh. Blup, judul pameran Bebeng di CCF Bandung beberapa tahun lalu.
Terlepas apakah “drama kampanye perempuan” ini berhasil atau tidak, karya fotografi Bebeng saya pikir cukup berhasil merekam sebuah peristiwa di atas panggung. Kekuatannya jelas pada ekspresi wajah dari ke-3 perempuan. Namun, perlu diingat, setting dan properti pementasan ini pula tak bisa dilepaskan begitu saja, turut membantu kerja seorang fotografer [jurnalis foto] seperti Bebeng.
Pameran fotografi “Tiga Perempuan” di atas panggung ini hendak menyuguhkan karya fotografi yang sederhana : baik secara komposisi maupun teknik. Kesederhanaan inilah yang kadang sulit ditaklukkan oleh seorang fotografer, karena pada dasarnya seorang fotografer selalu memiliki rasa tidak puas terhadap sebuah foto. Sorang fotografer selalu ingin menampilkan sesuatu yang sempurna.
Bebeng lahir di Bandung, 22 Agustus 1977, sehari-hari bekerja sebagai jurnalis foto ANTARA, dan paling rajin mendokumentasikan event seni-budaya baik yang tradisional sampai yang paling mutakhir melalui medium fotografi. Laki-laki yang sering ber-ikat kepala ini piawai pula menulis cerpen dalam bahasa Sunda dan satu keahlian lainnya, Bebeng jago memijat! []
& Komentar sejauh ini
Tinggalkan komentar
<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <pre> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>



PERTAMAX…..
Komentar oleh renan April 13, 2008 @ 12:10 amakhirnya mampir juga liat pameran foto aneh ini..foto rieke bgs, foto 2 agak kabur, foto 3 wajahnya gak jelas..agus bebeng emang ada dimana2..gw curiga lu bnyk koleksi nama samaran..
Komentar oleh dewa01api April 13, 2008 @ 4:05 amkurang banyak potonya, kalo bisa mah 400an foto gituh bilangin si beubeung.hahahaha. good picture,beubeung memang jagonya.
Komentar oleh wisnu April 14, 2008 @ 1:44 pmSy tahu klo Bebeng foto-fotonya bagus. Tp yang ini bagus banget. Two Tumbs Up. Maju terus Beng!
Komentar oleh Yeddy April 14, 2008 @ 3:19 pmbebeng…., Hade maneh euy beng….. maju terus …..
Komentar oleh ewing April 14, 2008 @ 3:25 pmBravo beng buat pameran trio macan…
salam
Lucky
Komentar oleh Lucky April 14, 2008 @ 6:11 pmmantap…
Komentar oleh rangga April 15, 2008 @ 4:06 pmbagus euy…
Komentar oleh Deni_borin April 15, 2008 @ 6:17 pmberteriak-teriak…
asiknya suatu momen ekspresi……..
Komentar oleh Delont April 17, 2008 @ 9:43 amgimana kabar beng ? kapan bikin ruang publik di indramayu …. ?
Komentar oleh nang sadewo Februari 11, 2009 @ 6:41 pmkamana wae beng di telp tara di angkat.terus maju beng. buat karya foto yg lbih bgus beng.(odoy)
Komentar oleh Dian Hadianto April 25, 2009 @ 10:04 pmTerus Maju yah?
Komentar oleh stainless tanks September 28, 2009 @ 9:56 amSalam kenal…