<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
		>
<channel>
	<title>Komentar di: Horlemann, Dewi Candraningrum dan Soal Rasisme Katrin Figge</title>
	<atom:link href="http://beritaseni.wordpress.com/2008/04/16/horlemann-dewi-candraningrum-dan-soal-rasisme-katrin-figge/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://beritaseni.wordpress.com/2008/04/16/horlemann-dewi-candraningrum-dan-soal-rasisme-katrin-figge/</link>
	<description>kantor beritaseni indonesia</description>
	<lastBuildDate>Mon, 16 Nov 2009 12:10:22 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
		<item>
		<title>Oleh: beritaseni</title>
		<link>http://beritaseni.wordpress.com/2008/04/16/horlemann-dewi-candraningrum-dan-soal-rasisme-katrin-figge/#comment-803</link>
		<dc:creator>beritaseni</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 17 Apr 2008 06:23:37 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://beritaseni.wordpress.com/?p=581#comment-803</guid>
		<description>Katrin yang indah,

Terima kasih atas tulisan yang indah ini. Sebagai manusia, untuk itulah saya harus belajar banyak. Anda benar sekali menyebut &quot;otak saya tumpul&quot;. Dengan begitu, semakin ingat akan raya yang hikmat
dengan pancaran cahayanya. Tulisan saya dulu, untuk memberikan &quot;catatan kaki&quot; atas tulisan anda yang dulu. Tidak diniatkan untuk &quot;menyerang&quot; dan bukan tulisan atas &quot;sok&quot; atau &quot;canggih&quot;. Dia hanyalah sekedar semir sepatu atas tulisan anda dulu.

&quot;Ayu utami istri impor&quot;? &quot;Ayu Utami cantik&quot;? Iya, jelas dia cantik. Sangat cantik. Dan, ketika saya melihat foto Katrin Bandel, saya melihat cahaya indah atas kecantikan serupa. Kita, para perempuan ini, dikaruniai angkasa raya dengan keindahan yang unik dan partikular.

Mengenai Dilthey, kebetulan saya mempelajari Hermeneutika. Yang salah duanya digugahkan oleh Dilthey dan Schleiermacher. Bagi saya, teori
itu sambung-menyambung. Saling mengisi. Saling melengkapi. Dan bukan saling menumbangkan atau saling membungkam. Tetapi informasi anda
sangat menarik. Saya belajar banyak dari anda. Keindahan untuk anda.

salam, 
dewi.

[diposting di milis jurnal perempuan, Wed, 16 Apr 2008 20:55:37 -0000]</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Katrin yang indah,</p>
<p>Terima kasih atas tulisan yang indah ini. Sebagai manusia, untuk itulah saya harus belajar banyak. Anda benar sekali menyebut &#8220;otak saya tumpul&#8221;. Dengan begitu, semakin ingat akan raya yang hikmat<br />
dengan pancaran cahayanya. Tulisan saya dulu, untuk memberikan &#8220;catatan kaki&#8221; atas tulisan anda yang dulu. Tidak diniatkan untuk &#8220;menyerang&#8221; dan bukan tulisan atas &#8220;sok&#8221; atau &#8220;canggih&#8221;. Dia hanyalah sekedar semir sepatu atas tulisan anda dulu.</p>
<p>&#8220;Ayu utami istri impor&#8221;? &#8220;Ayu Utami cantik&#8221;? Iya, jelas dia cantik. Sangat cantik. Dan, ketika saya melihat foto Katrin Bandel, saya melihat cahaya indah atas kecantikan serupa. Kita, para perempuan ini, dikaruniai angkasa raya dengan keindahan yang unik dan partikular.</p>
<p>Mengenai Dilthey, kebetulan saya mempelajari Hermeneutika. Yang salah duanya digugahkan oleh Dilthey dan Schleiermacher. Bagi saya, teori<br />
itu sambung-menyambung. Saling mengisi. Saling melengkapi. Dan bukan saling menumbangkan atau saling membungkam. Tetapi informasi anda<br />
sangat menarik. Saya belajar banyak dari anda. Keindahan untuk anda.</p>
<p>salam,<br />
dewi.</p>
<p>[diposting di milis jurnal perempuan, Wed, 16 Apr 2008 20:55:37 -0000]</p>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>
