Diarsipkan di bawah: social-culture, theatre | Tag: demo tolak bbm, stuba, unisba

Teks/foto : Frino Bariarcianur
Mahasiswa Universitas Islam Bandung [Unisba] menolak rencana pemerintah untuk menaikkan harga BBM [8/5/08]. Mereka menilai kebijakan tersebut sebenarnya sebuah ancaman yang menyengsarakan rakyat Indonesia. Selain itu mereka juga menyesalkan SBY yang hanya bisa berurai air mata saat nonton film “Ayat-ayat Cinta” ketimbang melihat kesengsaraan rakyat dengan kenaikan BBM.
Dalam aksi demonstrai itu, Studi Teater Unisba [STUBA] menyuguhkan teaterikal yang menggambarkan bagaimana tingkah pejabat atau konglomerat yang tertawa melihat antrian BBM. Tokoh tersebut berdiri di atas meja dengan lagak yang pongah. Dia mengunyah makanan dan melempar kunyahan tersebut kepada rakyat yang mengelilinginya. Begitu juga BBM yang ia hamburkan seenaknya. “Semuanya milikku…!” teriak tokoh tersebut.
Aksi demonstrai menolak rencana kenaikan BBM yang memblokir jalan Tamansari tersebut ditutup dengan sholat dzuhur bersama di tengah jalan Tamansari tepat di depan kampus Unisba. []
8 Komentar sejauh ini
Tinggalkan komentar
Baris dan paragraf terpisah secara otomatis, alamat email tidak akan ditampilkan, kode HTML diperbolehkan:
<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <pre> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>


subhanallah..
Komentar oleh Deni_borin Mei 8, 2008 @ 10:51 pmgak kebakaran tuh kampus..
saya mah dukung kenaikan bbm
dan tolak kemalasan nasipnal rakyat Indonesia
menurut data : rakyat singapura memiliki produktifitas 23 kali lipat lebih besar dibanding rakyat kita.. alhasil sumbangsih PDB perkapita mereka lebih besar
Waduh… bung deni ini selalu cari sensasi ya…
Dengan berpikir seperti itu, berarti bung deni hampir sama dengan SBY-JK yang mengucurkan air mata karena nonton Ayat-ayat Cinta…
Rakyat Indonesia itu sudah terlalu disusahkan. Justru Pemerintahlah yang seharusnya tidak malas berpikir, untuk selalu menaikkan harga BBM.
Komentar oleh ismal@suaramahasiswa.info Mei 8, 2008 @ 11:38 pmGila juga kalo bangsa indonesia ini masih dianggap malas….ck..ck…ck..ck
Komentar oleh frino Mei 10, 2008 @ 1:35 amGini BUng Deni, kalo BBM naik, harga pupuk juga naik..
nanti bung Deni susah panen di kampung…
MMMuch
Komentar oleh satrya Mei 10, 2008 @ 9:39 pmSatryamu
Rakyat yang mana Bung Ismal?
Komentar oleh Deni_borin Mei 12, 2008 @ 4:32 pmsaya hanya bicara fakta bahwa rakyat kita kalah produktif… coba deh survey kelapangan.. lakukan perbandingan… ingat loh kalau negara itu milik semua rakyat, artinya semuanya harus bergerak.. pemerintah jadi inisiator atau bahkan penggeraknya…
bung satria…
Komentar oleh Deni_borin Mei 12, 2008 @ 4:35 pmmasalah petani bukan masalah harga pupuk doang, tapi masalah birokrasi distribusi hasil panen yang paling utama yang harus diselesaikan..
“saya mah dukung kenaikan bbm
dan tolak kemalasan nasi ‘p’ (pake o belegug!) nal rakyat Indonesia”
harusnya saya nggak dukung siapa-siapa, tapi…
Komentar oleh Foye Mei 15, 2008 @ 9:16 pmsaya dukung UNISBA, yang nggak ada deni-nya. Pulanglah kaw dan nyawahlah sana, sebelum sumareccon.tbk membebaskan paksa tanah leluhurmu.
anjing!
Komentar oleh Foye Mei 15, 2008 @ 9:17 pm