Indonesia Art News Agency


Festival Budaya di Pasar Tradisional
Mei 13, 2008, 6:52 pm
Filed under: festival | Tag: ,

Teks : Frino Bariarcianur
Pasar tradisional merupakan institusi sosial yang memiliki peran strategis di dalam proses pembangunan dalam berbangsa dan bernegara. Sayangnya pasar-pasar tradisional yang juga merupakan pusat kebudayaan kian tergerus keberadaannya di era globalisasi ini. Dan pada perayaan 100 Tahun Kebangkitan Nasional ini, apakah Pasar Tradisional juga tetap menjadi pilihan –untuk berbelanja—kita di masa mendatang?

Suprapto Suryodarmo, Ketua Pelaksana Festival Pasar Kumandang Solo, menyatakan perkembangan setiap wilayah di Indonesia baik desa kota ataupun negara tidak akan lepas dari peran dan keberadaan pasar tradisional. Artinya pasar tradisional merupakan cermin dari keberadaan kehidupan sosial di dalam satu wilayah tertentu.

Selain itu pasar juga merupakan pusat kebudayaan, dimana segala macam ekspresi perilaku dan nilai yang melekat dalam masyarakat terekspresikan dan diproduksi serta dipasarkan didalamnya.

Pasar Tradisional sebagai Pusat Budaya yang menjadi tema Festival Pasar Kumandang Solo 2008 digelar pada tanggal 18-20 Mei 2008. Festival ini akan menyuguhkan beragam kegiatan seni- budaya dan kunjungan ke pasar-pasar tradisional di kota Solo seperti Pasar Gede, Pasar Kembang, Pasar Triwindu dan Pasar Legi. Festival yang sudah dimulai tahun 2005 ini dipusatkan di Pasar Kumandang dan Pasar Gede Solo.

Rangkaian festival terdiri dari Sesaji Kraton Surakarta, peragaan busana di tengah pasar atau Fashion On The Pasar oleh anak-anak SMK Marganingsih, Sarasehan & Pameran Profile Pasar Tradisional, Eksibisi Budaya Multi Etnik Nusantara, ‘Dialog Interaktif Nilai-Nilai Nasionalisme’ dengan tema: Strategi Menumbuhkan Ekonomi Pasar Tradisional, Ketoprak Taruna Budaya ISI Surakarta, Pidato Kebudayaan oleh Goenawan Mohammad dan Prof Dr.Waridi S.Kar. M.Hum, pertunjukan tari dari Aneuk Nangroe Community, Pentas Tari Sahita : Srimpi Kesrimpet, Pentas Kesenian Rakyat, Pameran dan Workshop Batik & topeng-tatah sungging, dan lain-lain.

Festival Pasar Kumandang Solo 2008 mengajak masyarakat untuk melihat kembali bagaimana kondisi pasar tradisional. Dan tentunya melihat secara kritis kondisi pasar tradisional yang menjadi tumpuan harapan masyarakat banyak. Dengan harapan, pasar tradisional dapat terus hidup di tengah masyarakat.

Matinya Pasar Tradisional
Di dalam pasar tradisional kita dapat melihat ke-ika-an [kesatuan] dalam multikulturalisme, di dalam pasar tradisional kita melihat bahwa kesepakatan dibangun dengan tawar-menawar yang merupakan bangunan dasar demokrasi dalam arti membangun kesepakatan untuk mufakat.

Sayangnya, menurut Suprapto perkembangan terakhir pedagang di pasar tradisional mengalami kemunduran tergencet dan termarjinalisasikan. Menurutnya itu merupakan akibat dari kebijakan dan sistem ekonomi yang tidak lagi berpihak dan berpijak pada kepentingan masyarakat banyak. Pasar tradisional dikorbankan.

Kondisi tersebut menurut Suprapto,”akan memunculkan bentuk kesenjangan yang semakin nyata yang mampu menciptakan ruang konflik.”

Jika pasar tradisional mati maka yang terjadi, menurut Suprapto, akan berdampak luas pada keberadaan jaringan ekonomi desa kota. Pada wilayah pen-supply komoditas maupun produsen berikut penunjang kegiatan pasar jasa maupun yang lain.

Jika pasar tradisional mati, kita akan merindukan proses tawar-menawar dan teriakan-teriakan para pedagang yang menjajakan dagangannya. Kita akan rindu bau tanah, bau keringat, dan hiruk-pikuk khas pasar tradisional Indonesia. Kita kehilangan kebudayaan. []

Informasi :
Heru Prasetya [0816675808], email infomataya@yahoo. com, udandawet@gmail. com

About these ads

2 Komentar so far
Tinggalkan komentar

I know this website gives quality depending posts and
other data, is there any other website which gives these data in quality?

Komentar oleh Acai berry weight loss reviews

pasar tradisional seharusnya jangan sampai punah, karena itu juga termasuk pada budaya indonesia.

Komentar oleh IstanaMurah




Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s



Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.