Mei 19, 2007, 7:02 am
Diarsipkan di bawah: Uncategorized
Diarsipkan di bawah: Uncategorized
Pembaca yang terhormat, silakan menulis kritik kepada Kantor Beritaseni Indonesia. Kalau bisa sekarang juga. Semoga kami bisa lebih baik menyampaikan informasi.
Sehatlah, Karena Sehat itu Menggemaskan!
salam
Pengelola Kantor Beritaseni Indonesia
& Komentar sejauh ini
Tinggalkan komentar
Tinggalkan komentar
Baris dan paragraf terpisah secara otomatis, alamat email tidak akan ditampilkan, kode HTML diperbolehkan:
<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>








salam buku, bung…
btw, resensi bukunya manakah???
salam hangat
Komentar oleh nadir attar Juni 5, 2007 @ 2:03 pmnadir attar
salambuku,bung
bagaimana kabar konstelasi perbukuan dan resensinya????
nuhun
salam hangat
Komentar oleh deni Juni 5, 2007 @ 2:05 pmdeni
hah
Komentar oleh Matdon Juni 6, 2007 @ 5:29 amBung Deni [Lawang], Sabar ya. Aku sedang bikin fitur baru “bursa buku”. Maaf keterlambatan ini. salam [frino]
Komentar oleh beritaseni Juni 6, 2007 @ 6:10 amSalam Budaya untuk bung Pengelola Berita Seni semua!
Semoga Berita Seni ini bisa menjadi wahana: bukan hanya sekedar info tapi juga bisa menjadi wahana penambah wawasan seni kepada semua seniman dari segala lini, penulis2 seni, kurator2 di tanah air tercinta Indonesia.
Rahayu !
Komentar oleh tukangsket Juni 20, 2007 @ 10:03 amSemoga aja bung. Terima kasih atas sarannya. [frino]
Komentar oleh beritaseni Juni 20, 2007 @ 1:16 pmWah keren euy!!
Komentar oleh Deni_borin Juli 5, 2007 @ 4:18 pmsalam seni bung,,,
saia harap berita seni ini dapat menampung hasil karya seni siapa aja, karena tanpa disadari ada beberapa hasil karya seni orang awam melebihi masterpeace seorang maestro sekalipun,,,
Danke…
Komentar oleh Gian Juli 20, 2007 @ 8:59 pmWah pokokna sayah ngadukung apa yang dilakukan komunitas seniman tentang kasus Saiful Badar! Tapi bagaimana ada reaksi tak ka readaksi PR, harusnya PR pun minta maaf ka seniman bukan hanya ka organisasi iiislaman (DDII). Sebab, secara psikologis Saiful Badar dapat tekanan hebat bahkan karyanya bisa di cekal diberbagai media, karena ulah si PR eta. Duh karunya nya para seniman lamun kieu wae mah. Gesu tong ngirim sajak atawa tulisan sastra ka PR, percuma pasti distir kaditu kadieu. Lieur lah
Komentar oleh wening_galih Agustus 15, 2007 @ 8:55 amOm Prino Bau cingur, kamana ajah
Kapan ya kelanjutan aksi mendukung kebebasan berekpresi ini???
Komentar oleh agus Agustus 15, 2007 @ 9:00 pmKang Wening_Galih, daku di Kalimantan Barat nih, lagi mententramkan hati hehehhe. Semoga kita semua mendapatkan pelajaran berharga dari peristiwa Saiful Badar, Amin.
Kang Wening, jangan panggil bau cingur dong….bahayaa. Nanti teu aya yg deket ka urang. hehehehe
frino
Komentar oleh beritaseni Agustus 16, 2007 @ 12:13 amBuat Bung Gian, konetar anda ok banget. soal karya seni dari “orang awam” dan master piece dari “maestro”. “orang awam” dan “maestro” jelas merupakan istilah yg terkonstruksi. keduanya menunjukan tatanan hierarkies. dan tatanan ini persis telanjang dalam dunia seni. saya kira media seperti beritaseni kita ini efektif untuk menawar tatanan hierarkis tersebut. asal ada yg mau jadi kontributor saja, ya kan Bung Frino?
Komentar oleh Heru Hikayat Agustus 18, 2007 @ 12:11 pmFrino lagi pacaran di Kalimantan!!! mau kawin!
Kok posting saya sudah tiga kali ngga dipasang ya. Apakah….
Komentar oleh Ayip September 11, 2007 @ 10:07 pmundangan diskusi di: http://diskusisenirupa.wordpress.com/
Komentar oleh Rifky Effendy Oktober 10, 2007 @ 9:59 pmSeniman; Antara Jogja dan Jakarta
Beberapa minggu lalu saya ketemu teman di TIM Jakarta. Dari ngobrolin anthurium yang lagi booming, eee… lhah kok tiba-tiba ngomongin Schopophilia, sebuah tema Jambore Pasar Seni di tahun jebot.
Teman saya itu tiba nyletuk, nlekop. “Dulu jaman schopophilia.” Katanya, tentu saja dalam bahasa Jawa. “Ada semacam gap antara seniman Jogja dan Jakarta. Malah sering “beradu”… ya adu argumentasi, ade karya malah juga adu otot! Tapi dalam kondisi seperti itu, kehidupan seni, terutama seni jakarta-jogja, jadi berkembang lebih dinamis. Karena ada beberapa sudut pandang dalam memandang suatu masalah. Sekarang yang saya rasakan malah seniman kota kita, di Jogja, generasi sekarang ini malah lebih terseret pada arus seni yang dari Jakarta. Makanya kesenian sekarang ini terasa monoton dan banyak jiplak menjiplak!”
Hah! Ya ampun! Sampai adu otot juga. Moga-moga otot mulut, karena terlalu ngotot beragumentasi. Edan tenan!
Ning. Tapi. Kalu saya rasa-rasakan iya juga ya. Ada satu kiblat (halah… koyo arep sholat ae). yang membikin kesenian jadi homogen. Beberapa masih saya rasakan kesenian yang betul-betul beda dari seniman angkatan jadhul. Mungkin masih ada rasa rivalitas antara Jogja-Jakarta ya.
Jadi, apa mungkin ya keadaan seperti itu juga yang bikin Pasar Seni di Ancol, yang dulu jadi komunitas seni, jadi tenggelam ditelan jaman? Atau karena sebab lain ya?
Seniman pada mencar jadi individual, karena seni yang monoton tadi dapat ditemui di mana-mana. Tak perlulah bikin komunitas kalau seninya sama kan?
Percakapan tentang ini sedang hangat-hangatnya di forum http://www.milisi.org
Komentar oleh pasarseni Nopember 9, 2007 @ 2:32 pmdana kesenian dari pemerintah setiap tahun untuk daerah kurang lebih 150 juta lebih teralokasi hanya untuk formalitas hanya kemasan tanpa pengembangan mutu..alias event bohong-bohongan…
Komentar oleh aghi Desember 27, 2007 @ 10:57 amfenomena ini terjadi di banyak daerah di indonesia…
benarkah…
mohon di komentari…
lihatlah! di masa pergantian tahun membicarakan karya seni. Lihat pula http://www.lullaby-art.blogspot.com !
Komentar oleh RAIN Desember 30, 2007 @ 11:42 pmkajian kaligrafi masa depan adalah bagaimana eksistensinya terhadap keilmuan lain. adalah griya seni kaligrafi arabiyaa yogyakarta berusaha mengembangkan dalam dunia pendidikan formal sebagai muatan pelajaran maupun ekstra kurikuler. kami di jalan kaliurang km 7. babadan baru condongcatur. Tidak hanya itu, kami ingin mengadakan kajian khusus kaligrafi sebagai wacana menarik untuk dikaji secara mendalam dan ilmiah
Komentar oleh nurul huda Januari 11, 2008 @ 9:54 pmnarARTpidana (the ART of prisoner)
NARAPIDANA melukis,
kegiatan mengisi waktu
dibalik jeruji besi.
Lukisan-lukisan ini akan dipamerkan
narARTpidana
KREATIFITAS DI BALIK TERALI BESI
tanggal 22-26 February 2008
Hotel NIKKO Jakarta.
Keterangan lengkap, Klik :
http://narARTpidana.lcpalace.com
Saksikan juga Lukisan MISTERIUS.
yang diberi judul “Seribu Wajah di POLDA”,
lukisan abstrak yang di buat di Kamar
mandi PENJARA.
jika, tidak bisa datang saat pemeran
silahkan mengunjungi Official WebSite
kami di
http://narARTpidana.lcpalace.com
Terima Kasih
Komentar oleh narARTpidana (the ART of prisoner) Februari 19, 2008 @ 12:44 amApa berita seni, mau ngunjung2 pesantren untuk ngasih workshop? Kalau bisa ditunggu konfirmasinya bung Huntu.
annurcyberworks@yahoo.com
Komentar oleh Foye Mei 15, 2008 @ 9:21 pm