Indonesia Art News Agency


Perhelatan Gelar Tradisi Nyangku di Panjalu
April 19, 2007, 10:46 am
Filed under: festival

Pertahankan Tradisi untuk Menerangi Perilaku Masyarakat

Oleh : Ujang Marmuksinudin

Tradisi Nyangku sebagai peninggalan Prabu Sanghiang Borosngora terus dipertahankan masyarakat Panjalu. Perkembangan perhelatan budaya ini dari tahun ke tahun semakin meriah dan mampu menarik perhatian masyarakat.Setiap senin menjelang akhir bulan maulud masyarakat Kec. Panjalu, Kab. Ciamis menggelar upacara nyangku, yakni membersihkan benda-benda pusaka penigngalan Prabu Sanghiang Borosngora. Tradisi nyangku bentuknya hampir sama dengan pajang jimat di Cirebon atau upacara serupa di daerah lain, seperti Sekatenan di Yogyakarta.

Pada tahun ini, nyangku digelar di lapangan Kec.Panjalu, Kab. Ciamis, tanggal 16 April lalu. Seperti biasa, sebelum perhelatan dmulai, masyarakat sudah berkumpul di sebuah lapangan. Tepat pukul 09.30 WIB, benda-benda pusaka peninggalan Borosngora sudah dikeluarkan dari Bumi Alit, tempat menyimpan benda pusaka.Para sesepuh mulai membawa benda-benda pusaka menuju tempat upacara. Selain disambut ribuan warga, acara tersebut juga dihadiri berbagai tokoh Ciamis, Jabar, dan beberapa artis Ibu Kota. Prosesi upacara tersebut dimulai dengan membersihkan pedang pusaka di atas bambu dengan air yang didatangkan dari sembilan sungai yang mengalir ke Situ Lengkong Panjalu. Seusai membesihkan, sejumlah sesepuh Panjalu mengeringkan benda pusaka peninggalan Borosngora yang didatangkan dari tanah suci, kenang-kenangan dari tanah suci, kenang-kenangan dari Sayidina Ali.

Ketika air penyucian ditumpahkan sejumlah warga langsung mengerubutinya, untuk mengambil berkah. Mereka percaya air tersebut menjadikan magfirah untuk satu tahun ke depan. Dalam kegiatan tersebut, artis Dede Yusuf yang saat itu membacakan sambutan Ketua Simpai Wargi Urang Adang Daradjatun, menguraikan arti nyangku. Nyangku sering dikatakan nyaangan prilaku [menerangi perilaku] masyarakat Panjalu. Bisa juga diartikan nyaangan kuring yakni menerangi setiap masyarakat yang menggelar tradisi tersebut.

Dede beserta artis lainnya mengaku kagum dengan penyelenggaraan nyangku kali ini. Menurut Dede, nyangku kali ini yang dihadiri ribuan masyarakat merupakan acara tradisi terbesar sepanjang tahun ini.

Bupati Ciamis Engkon Komara mengungkapkan, nyangku merupakan kekayaan masyarakat Panjalu yang tidak bisa ditinggalkan. Menurut Engkon, nyangku bukan merupakan ritual bidah dan bukan ingkar dari ajaran Islam, tapi merupakan budaya pusaka yang didapat dari tanah suci dan dilaksanakan secara turun-temurun.

[Sumber : Seputar Indonesia Jawa Barat, Kamis 19 April 2007, hal.6. Ketik ulang oleh frino tanpa mengubah teks aslinya]


Tinggalkan sebuah Komentar so far
Tinggalkan komentar



Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s