Indonesia Art News Agency


a Child’s Eye; Dengar Apa yang Tak Mereka Katakan
Mei 8, 2007, 8:25 am
Filed under: photography

1b.jpg

Oleh : Sri Dewi Susanty*

Ini teman saya yang sedang menyapu di lantai. Dia sangat suka menyapu. Kalau dia liat lantainya kotor, dia langsung menyapu. Dia tidak suka lantainya kotor. Nama dia Nurhayati. 

Panggung hidup yang tertangkap mata kamera di atas diabadikan oleh mata seorang anak penghuni panti asuhan Al-Hidayah. Hal yang dia potret sederhana, kehidupan sehari-hari di panti asuhan, namun berhasil dia visualisasikan dengan menyentuh.

Sebanyak sekitar 150 foto yang diambil oleh 60 anak dan remaja panti asuhan di tiga kabupaten di propinsi NAD Banda Aceh, Pidie dan Lhokseumawe dipamerkan di Museum Banda Aceh, mulai 2-4 Mei 2007.

foto-anak-aceh-3.jpgPameran ini merupakan program tahunan a Childs Eye dari LSM internasional anak untuk program Aceh dan dalam jadwal akan dipamerkan di Sigli dan Lhokseumawe. Ke-60 anak tersebut diberi pelatihan fotografi selama 1,5 bulan dengan metode yang mengutamakan keterlibatan anak-anak dalam proses pengajaran, seperti mempelajari teknik pemotretan dasar melalui permainan, diskusi, bertukar pikiran dan perhatian khusus pada perorangan untuk membantu fotografer muda tersebut mengembangkan ide dan narasi, menentukan dan mendiskusikan foto-foto mana yang menjadi favorit mereka untuk dipamerkan, merundingkan siapa yang akan berangkat ke Jakarta mewakili mereka untuk menampilkan karya mereka bulan Juni mendatang.

foto-anak-aceh-2.jpgMelalui program ini diharapkan anak-anak panti asuhan tersebut memiliki kepercayaan diri dalam mengungkapkan apa yang mereka pikirkan dan rasakan, yang salah satunya diungkapkan melalui media visual fotografi. Pameran foto ini juga berupaya memberikan kesadaran kepada masyarakat, media, lembaga-lembaga akan hak-hak anak yang tertuang dalam Konvensi PBB tentang Hak-hak Anak.

Banyak hal yang ingin diceritakan oleh anak-anak tersebut dalam karya mereka. Tentang cita-cita teman dekat, tentang perkelahian, pengalaman dipotret, doa dan harapan, keadaan lingkungan, pertemanan, keceriaan masa remaja, kebersamaan, kenakalan, keisengan, keluguan dan berbagai potret kehidupan dalam sudut pandang anak-anak. Bahwa anak-anak memiliki hak untuk mengutarakan apa yang mereka pikir seharusnya terjadi ketika orang-orang dewasa membuat keputusan-keputusan yang berdampak pada mereka. Orang-orang dewasa memiliki tanggung jawab untuk mempertimbangkan sebaik-baiknya pendapat-pendapat anak (pasal 12, Kovensi Hak Anak).

Foto oleh : dokumentasi a Childs Eye (Rosmawati, Maulisa, Marzuki)

* Penulis lepas, tinggal sementara di Banda Aceh untuk program kemanusiaan


2 Komentar so far
Tinggalkan komentar

Melihat kehidupan dari kacamata anak-anak kadang menghasilkan sesuatu yang menakjubkan🙂

Komentar oleh Okky Ardya WS

Program ygmenarik. Dengan pendokumentasian foto sepert ini diharapkan kita belajar menjadi bangsa yang lebihberadap.
adios

Komentar oleh Shahputra




Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s