Indonesia Art News Agency


Pameran Tunggal Lukisan “Ellawijt: It’s just been started…”
Mei 15, 2007, 3:17 pm
Filed under: visual arts

img_0135.jpg

Oleh Muhammad Latief* 

“Buatku, merayakan ultah ke tujuh belas dengan menggelar pameran karya sendiri adalah peristiwa yang paling berkesan seumur hidup.”

Gadis yang menggemari lukisan itu biasa dipanggil Ella. Masih duduk di kelas dua SMA St. Peter, Kelapa Gading, Jakarta Utara. Sudah lima bulan lebih, tepatnya sejak November 2006 lalu, dia mempersiapkan diri demi pameran tunggal pertamanya. Dan sekitar 40 karya lukisan telah siap dipamerkan. Pada peristiwa penting ini, Ella akan menyuguhkan lukisan kesayangannya berjudul “The Yellow Strawberry”,  dengan ukuran 185 X 581 cm.

“Ellawijt: It’s just been started begitulah nama pameran tunggal pertama Ella.

Ya, di usia yang masih begitu muda, Ella terbilang cukup berani untuk tampil sebagai pelukis dan berkeinginan menyegarkan dunia seni lukis Indonesia. Ella pun berharap, hari ulang tahun ketujuh belasnya ini akan menjadi peristiwa yang tidak bisa ia lupakan seumur hidupnya, kelak.

Pameran lukisan karya Ella ini terselenggara bekerjasama dengan Museum Nasional, Badan Narkotika Nasional, serta Idekami Communication sebagai event organizer. Pameran tunggal lukisan ini pun akan menjadi bagian dari perayaan Hari Musium Internasional yang jatuh pada 18 Mei 2007. Pameran ini akan dimulai 19 Mei 2007-19 Mei 2007 di Musium Nasional Jakarta.

“Kami ingin menjadikan momentum ini sebagai bagian dari perayaan hari bersejarah lahirnya musium ke dunia. Dan semoga, usia muda seorang Ella dapat menjadi penambah semangat baru bagi dunia seni kita khususnya kalangan generasi muda,” kata Dra. Dedah Rufaedah, Kepala Bimbingan dan Publikasi Museum Nasional, Jakarta.

Menurut Ella, di pameran ini dia ingin berbagi pengalaman dan kesenangan dengan semua orang. Khususnya, kepada generasi remaja belia seusianya dan para pecinta seni lukis Indonesia umumnya. Bahwa, masa muda baginya adalah masa-masa indah untuk bermain, menimba ilmu, serta kreatif menempa minat dan bakatnya dengan melukis.

“Dengan melukis aku seperti mendapatkan tempat pelarian dari desakan-desakan emosi untuk menuangkan keindahan obyek apapun yang kulihat dan senangi,” kata Ella. “Dunia yang satu ini telah memberiku kebebasan berekspresi untuk memperoleh ketenangan jiwa.”

Berkat kegemarannya inilah, School of Art Institute Chicago di Amerika Serikat melirik Ella untuk menerima beasiswa menuntut ilmu seni lukis (art of painting) di institut seni tersebut.  “Karena itulah selain melukis aku tetap harus giat belajar supaya tidak tinggal kelas,” kata Ella, yang baru akan menggunakan bea siswa itu setelah lulus SMA tahun depan.

Lahirnya Pelukis Belia, Multitalenta

img_0158.jpgElla yang memiliki nama lengkap Manuella Wijayanti adalah puteri ke tiga dari pasangan Djohan dan Diah Pangestu. Gadis kelahiran Jakarta, 8 Mei 1990 ini mengaku minat melukis datang dan dimulai dari hobinya menggambar kala duduk di bangku playgroup. Kakeknya sendiri adalah seorang pelukis asal Surabaya bernama Sugiyanto. Namun ia merasa kepiawaiannya melukis bukanlah bakat turunan dari kedua orang tua maupun langsung dari sang kakek.

“Konon Ibu bilang, waktu aku masih dalam kandungan, ibuku ngidam pergi ke pameran lukisan sampai berkali-kali,” kenang Ella.

Ketika ia merangkak SD, ayahnya mulai mengenalkan Ella dengan pastel dan kanvas. “Sejak itu aku merasakan bedanya kenikmatan antara melukis dan menggambar. “Kupilih melukis karena sangat besar tantangannya,” ucap Ella. Lalu katanya lagi “Warna dalam menggambar itu sudah matang, sementara warna dalam melukis itu kita sendiri yang menciptakan, inilah yang membuatku senang melukis,” ujar Ella.  

Di bangku SMP, Ella semakin keranjingan melukis. Di lantai dua kediaman keluarganya, — yang juga dijadikan “pabrik bingkai” lukisan milik ayahnya, Ella tekun sendirian melukis. Kesenangannya ketika itu adalah bermain dengan garis dan arsiran. Melihat keseriusannya, selama setahun sang ayah lalu mendatangkan seorang guru lukis untuk mendampingi Ella. “Saya hanya ingin dia serius terhadap apa yang dia senangi, sebab yang namanya hobi akan dibayar sangat mahal jika hanya main-main, akan banyak buang waktu, tenaga, juga materi,” ujar Djohan.

Menginjak kelas tiga SMP, Ella mengantongi penghasilan pertamanya dari melukis. Dan, di jenjang SMA-lah masa-masa Ella semakin mengenal “the real world” dunia seni lukis. Dunia yang hingga kini digandrunginya. Bahkan, di bangku kelas satu Ella sudah mengikuti pameran lukisan bersama untuk yang pertama kalinya.

Sampai saat ini, sudah sekitar tujuh kali pameran bersama yang pernah ia ikuti.

Ada satu pengalaman menarik Ella dapatkan. Di sebuah pameran bersama bertajuk, “Karya Prajurit ke-20”, di gedung WTC pada 13-17 November 2006 lalu, Ella didaulat melukis hanya bermodalkan garis yang digoreskan oleh Menteri Pertahanan dan Keamanan, Bapak Juwono Sudarsono. “Kemarin sudah ada yang membeli lukisan tersebut,” tukas Ella.

Sejatinya, bagi Ella, melukis senantiasa memberikan ketenangan jiwa. Jiwa remaja yang ingin selalu memberontak dan senang mencoba hal-hal baru. Dan ketika menanggapi fenomena dunia remaja yang kini semakin dihantui ancaman narkoba, Ella mengaku, lukisan sangat tepat dijadikan sebagai media pelampiasan untuk “menemani” gejolak jiwa anak muda.

“Dengan melukis kita bisa menuangkan emosi sebebas-bebasnya. Kanvas, cat, kuas dan palet itu adalah bestfriend, kita dapat menuangkan emosi ke mereka tanpa kuatir akan mereka bocorkan ke mana-mana. Mereka adalah pendengar yang baik,” ujar Ella.

Ihwal begitu banyak remaja seusianya terjerumus narkoba, Ella mengakui, hal tersebut sebagai sesuatu hal yang perlu mendapatkan perhatian lebih, baik dari masyarakat sendiri maupun pemerintah. “Sebetulnya kita harus kasihan dan tidak bisa sepenuhnya menyalahkan mereka. Untuk yang belum terjerumus lebih baik jangan sekalipun mencoba, jika ada masalah atau sekedar kepengin tahu, lebih baik isi waktu muda ini dengan sepadat-padatnya kegiatan positif,” tukas Ella.

Kini, di tengah ketatnya mengejar angka rapor yang “harus” di atas rata-rata angka tujuh agar tidak tinggal kelas, siswi kelas dua jurusan IPA ini tetap melakoni hobinya melukis di antara sela waktu kursus Fisika atau Matematika. Dan tidak hanya melukis, Ella pun rupanya cukup berani menunjukkan bakatnya ketika “dipaksa” duduk di depan piano.   Menurut Ella, hobi positif tidak hanya sekadar menjadi aktifitas sambil lalu untuk membuang waktu luang. Jika dilakoni serius, hobi bisa juga menjadi sumber investasi di masa depan. Semisal, ketika uang puluhan juta pernah didapatkannya dari hasil penjualan delapan buah lukisannya sebulan yang lalu. Belum lagi, prestasinya di dunia lukis telah berbuah bea siswa yang akan membawa Ella berkuliah di School of Art Institute Chicago, Amerika Serikat, tahun depan. 

“Puji Tuhan, aku bersyukur bisa mendapatkan semua ini, dan tentu saja tidak hanya dengan doa melainkan juga disertai ketekunan dan dukungan keras orang tuaku,” kata Ella.

* Penulis lepas dan PR Manager Idekami Communication, kontak latipuscaverius@yahoo.com


3 Komentar so far
Tinggalkan komentar

kadang kalo ngeliat indonesia yang sedang carut marut gini, rasanya mual-mual, tapi ketika melihat sosok Ella, rasanya terobati mual-mualnya, Ella memang luar biasa, dia hadir karena perpaduan keinginan dan kerja keras ditambah otak yang briliant. Ella memang perlu diekspose menjadi mutiara dari Indonesia yang siap tampil mendunia melalui kesenian..
she is like a tree planted by streams of water,which yields its fruit in season and whose leaf does not wither. Whatever she does prospers.

blessed you….

Komentar oleh pankuy

untuk keberanian & usaha keluarganya buka galeri & ngundang pers boleh banget lah. Memang masih muda, tapi masih ada banyak pelukis2 muda (yang pakai media cat minyak & canvas juga) yang bisa dikatakan masih jauh lebih ‘berani’ dan pol dari Ellawijt. Untuk ukuran lukisan stroberi yang besar itu laku Rp.7 jut rasanya seperti gali lubang tutup lubang lagi (berhubung modal canvas, palet dan catnya sendiri terhitung cukup mahal harganya) Semoga kritiknya membangun. Pantang menyerah dan terus maju! =)

Komentar oleh Reynard

@Quote reynard: “Memang masih muda, tapi masih ada banyak pelukis2 muda (yang pakai media cat minyak & canvas juga) yang bisa dikatakan masih jauh lebih ‘berani’ dan pol dari Ellawijt”<<

Di setiap forum/blog saya sering sekali menemukan pernyataan menjemukan yang seperti ini.
Sayangnya pelukis2 muda yang lebih ‘berani’ dan pol yg anda katakan n kurang mau atau kurang berani mengekspos dirinya sendiri ke publik , mereka terlalu nyeniman. Dan sikapnya kurang terorganisir. Ini sperti hukum alam siapa yg lebih baik belum tentu baik🙂

Komentar oleh reynardo




Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s