Indonesia Art News Agency


Pockemon yang Sebebas Angin
Mei 30, 2007, 8:38 am
Filed under: dance

Teks oleh Frino Bariarcianur

Foto oleh Adi Marsiela

pockemon1.jpgpockemon_seri3.jpg

Sabtu lalu [26/05/07] sekelompok anak muda yang menamakan dirinya Pockemon Crew memuaskan ratusan pengunjung yang hadir di Gedung Tertutup Dago Tea House, Bandung. Mereka menyuguhkan tarian patah-patah yang luar biasa.

Di dalam ruangan itu penonton pun tak henti-henti berdecak kagum sembari sesekali berteriak melihat aksi panggung mereka yang ekstrem. Jumpalitan di udara dan bergerak bebas seperti angin. Mereka seperti tak mengenal takut. Padahal aksi mereka berisiko tinggi, salah sedikit saja tentulah bisa terjadi patah tulang atau nyawa melayang. Pertunjukkan itu sendiri tak ada cerita, tapi konsepnya menggambarkan bagaimana pertarungan bebas tanpa harus meraih kemenangan.

Bagi Pockemon Crew menghadapi segala rintangan dan berhasil melewatinya adalah simbol kebebasan.

gabung-pockemon.jpgFilosofi inilah kemudian yang membawa Pockemon Crew meraih berbagai kejuaraan tari yang menggunakan kelenturan otot dan kebebasan dalam improvisasi gerak.

Pada tahun 2005 mereka menjadi juara pada Europe Freestyle Session di Zurich,  Swiss kemudian pada tahun 2006 mereka kembali meraih juara pada UK Bboy Championship di London, Inggris. Sebelumnya mereka juga meraih predikat terbaik pada kejuaraan Miami Pro Am di Miami, USA [2002], Juara pada France BOTY di Montpelier, Prancis [2003], dan menjadi World Champion di Hanover, Jerman pada tahun 2003.

Sederet prestasi anak-anak muda asal Perancis itu, yang rata-rata keturunan imigran Tunisia, Afrika dan Asia, tidak lantas membuat mereka puas atau berhenti bereksperimen. Mereka terus mengolah tubuh dan mencipta gerakan-gerakan baru. Bisa dibilang kepergian mereka ke negara Asia adalah untuk berbagi pengalaman dan bahkan ‘bertanding’ atau battle dengan para breaker [sebutan untuk penari patah-patah] di Asia termasuk Indonesia.

Dalam menciptakan koreografi mereka tetap menunjukkan orisinalitas street art yang dikemas dalam bentuk pertunjukan di atas panggung. Hasilnya gerakan-gerakan melompat dengan satu tangan, jumpalitan di udara, berputar dengan kepala, atau menggerakan satu demi satu otot tubuh menjadi lebih tampak dramatis. Terlebih-lebih, pada saat mereka membuka baju, banyak penonton perempuan yang terpesona melihat bentuk otot-otot sempurna mereka.

Hal yang tak bisa dilupakan pada pertunjukkan ini, meski memiliki koreografi –yang dibantu oleh Hassan El Hajjam–, tetap memunculkan naluri kebebasan setiap penari.

Malam itu, dalam suasana yang riuh, tepuk tangan yang tak berhenti, Pockemon Crew yang terdiri dari Riyad Fghani, Yann Abidi, Georges Fagbohoun, Ali Ramdani – Lilou, Rodolphe Gasnier, Brahim Zaïbat, Douniel Fghani, dan Moncef Zebiri, mengangkat tangan membalas tepukan penonton. Mereka yang telah mencucurkan keringat, telah membagi pengalaman bagaimana meraih kebebasan –khususnya bagi anak muda—untuk menjadi diri sendiri. Kebebasan itu seperti angin.[]


2 Komentar so far
Tinggalkan komentar

i love lilou and he is the best bboy in the world in my opinion

Komentar oleh nawfal

lilou???
the best b-boy of the world..
he has style called lilou style…
hope he and pockemon crew will come to indonesia again..

Komentar oleh ayoe




Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s