Indonesia Art News Agency


Diskusi Sastra di FESTIVAL SENI SURABAYA 2007
Juni 10, 2007, 11:47 am
Filed under: agenda

DALAM sepuluh tahun terakhir ini, bila kita membaca pelbagai buku puisi dan ruang sastra di surat kabar, tahulah kita perihal lima kota yang secara nisbiah memberi kita lebih banyak penyair ketimbang kota-kota lain di Nusantara. Itulah Bandarlampung, Jakarta, Jogjakarta, Surabaya, dan Denpasar. “Dan yang lebih berlimpah itu saya harap membuka jalan ke yang lebih berharga. Tanpa uluran tangan kelembagaan dari manapun juga, hanya lingkungan pergaulan sastra dan tekanan dari khazanah dunialah yang mungkin dapat memperpanjang kiprah si penyair,” tutur Nirwan Dewanto.

Selain mengadakan diskusi dan pertunjukan sastra, panitia FSS 2007 juga menerbitkan sebuah buku sastra yang diberi tajuk Lima Pusaran disertai kata pengantar Nirwan Dewanto. Diantara karya mereka itulah dibacakan dalam Malam pertunjukan Sastra. Menampilkna Teater Mozaik malang, mengangkat naskah adaptasi dari novel Hubbu karya Mashuri. Karya novel ini memnangkan Lomba Penulisan Novel yang diadakan Dewan Kesenian Jakarta 2007.

DISKUSI SASTRA
Rabu, 13 juni 2007 Pukul 10.00 WIB; di Gedung Mitra1 Kompleks Balai Pemuda Jl. Gubernur Suro 15 Surabaya; Pembicara: Nirwan Dewanto; Peluncuran buku puisi LIMA PUSARAN; [Zen Hae, Iswadi Pratama, S Yoga, Gunawan Maryanto, Sindu Putra]

PERTUNJUKAN SASTRA
Judul : Hubbu; Teater Mozaik[Malang]; Naskah: Mashuri [Pemenang penulisan novel Dewan Kesenian Jakarta 2007]
Sutradara :Ragil Sukrisno; Gedung Utama Balai Pemuda; Rabu, 13 Juni 2007 pukul 19.00 WIB

Sejak beberapa tahun terakhir, juga menjadi fenomena pada 2007, adalah hiperrealisme: suatu keadaan yang terjadi di belahan dunia mana saja begitu cepat diketahui di sudut dunia lainnya. Begitu cepatnya, hanya dalam hitungan detik/pulsa. Kita sedang memasuki “Abad Digital”, segalanya computerize, cybernetic, dan blow up serta massal, terjadi konvergensi antara teknologi komunikasi, media dan seni. Peradaban Baru juga muncul di tengah masih adanya perang, terorisme, ketidakadilan, kelaparan, harapan hidup layak, kerusakan ekologis yang kompleks dan paradoks. Seni, di tengah harapan layak di masa depan dan kerancuan serta kekerasan dunia, kini bisa bicara lembut, bisa pula berteriak, untuk menghimbau amanatnya seperti embusan terapi: membangun Peradaban Baru.

SEMINAR KEBUDAYAAN
Kamis, 14 Juni 2007 pukul 14.00 WIB; di Gedung Mitra 1 Kompleks Balai Pemuda Jl.Gubernur Suryo 15 Surabaya; Pembicara: Arif Bagus Prasetyo, Yasraf A.Piliang, Sony Karsono; Moderator: Audifax. []
 

Project Officer Sastra: Mardiluhung


Tinggalkan sebuah Komentar so far
Tinggalkan komentar



Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s