Indonesia Art News Agency


Konser Piano Kevin Suherman dan Orkestra
Juni 13, 2007, 9:55 pm
Filed under: music

kevin-adi.jpg

Perkembangan Musik Klasik di Indonesia Perlu Didukung 

Teks/foto oleh Adi Marsiela

Perkembangan musik klasik di Indonesia cukuplah baik dan stabil bila dibandingkan dengan di negara Eropa dan Amerika. Sayangnya, apresiasi dan ruang bagi para musisi klasik tersebut masih cukup rendah. Hal ini dikhawatirkan dapat menyebabkan musik klasik akan mati dengan sendirinya. Demikianlah pernyataan yang disampaikan oleh Prof. Andre de Quadros, seorang dirigen, pendidik, dan spesialis musik klasik dari Boston University, Amerika dalam konferensi pers Konser Piano Kevin Suherman dan Orchestra di Bandung, Senin (11/6).  

Selama ini, sambung Andre, baik di dunia maju dan berkembang, ruang apresiasi untuk musik klasik cenderung berkurang. Penyebabnya tiada lain, genre musik lain lebih digandrungi dan mendapatkan porsi besar di masyarakat.

“Tayangan televisi banyak yang mengangkat musik pop. Saya bukan membenci musik pop, tapi harus ada ruang-ruang untuk musik klasik,” tutur pria yang menjabat sebagai Ketua Lembaga Pendidikan Musik di Boston University, Amerika.

Makanya, dia berharap agar Konser Piano Kevin Suherman dan Orchestra yang bakal digelar di Sasana Budaya Ganesha, Bandung pada Minggu (17/6) bisa mendapatkan apresiasi dari masyarakat Indonesia, khususnya Bandung. Pasalnya, bukan tidak mungkin, Kevin yang sudah mendapatkan banyak tawaran untuk belajar di luar negeri tidak akan kembali ke Indonesia apabila sudah berhasil di negeri orang.

“Saya awalnya dari India, kemudian berangkat ke luar negeri karena memang suasananya mendukung (buat musik klasik) dan tidak kembali. Tidak tertutup kemungkinan itu terjadi juga pada Kevin. Tantangan ini harus dijawab oleh Anda sekalian, bagaimana menciptakan suasana yang bisa mendukung perkembangan musik klasik di Indonesia,” jelas dia.

Musik klasik sendiri, paparnya, penting untuk dipertahankan. Andre mengibaratkan musik klasik itu seperti kekayaan dunia layaknya bangunan tua yang sarat dengan sejarah. “Sekarang ini kita kehilangan hampir semua yang menjadi tradisi dan sejarah. Dalam dunia modern ini semuanya tampak hampir seragam. Saya khawatir, kita akan menjadi sama semuanya.”

Terkait konser itu sendiri, Ketua Bandung Choral Society, Tommyanto Kandisaputra menjelaskan acara ini merupakan yang pertama kali diadakan di Indonesia. “Kevin yang usianya baru 12 tahun bakal konser piano solo dengan orkestra,” tuturnya.

Dalam konser itu, Kevin yang masih duduk di kelas 1 SMP Bina Bakti program Martius ini akan membawakan komposisi klasik Chopin Piano Concerto No 1 in E minor, opus 11 dan Beethoven Piano Concerto No 3 in C minor, opus 37 dengan diiringi orkestra yang beranggotakan 50 orang. Kevin juga, tambah Tommy, bakal memainkan secara solo komposisi Schumann Variatons on the Name “Abegg” op1, Premiere Ballade F. Chopin op.23, dan Es Lilin yang divariasi olehnya sendiri.

“Yang dimainkan Kevin itu karya besar dan dipimpin oleh Andre de Quadros sebagai konduktornya,” ungkap Tommy.

Pianis cilik yang sudah pernah menggelar konser di berbagai tempat baik di dalam dan luar negeri itu, sempat memperlihatkan kemampuannya bermain piano. Dia memainkan jemarinya di atas tuts piano sehingga terdengar lagu Es Lilin karya Mursih. Dia mengaku berlatih dua hingga tiga jam setiap harinya untuk tampil akhir pekan nanti. “Latihannya sendiri semenjak bulan April,” kata Kevin yang mengenakan kemeja lengan pendek berwarna hitam.  

Menurut Andre, penampilan Kevin dengan iringan orkestra tersebut menarik untuk disimak. “Tekniknya sangat kuat dan stabil. Dia mampu mengekspresikan musiknya dengan dorongan dan gairah yang ada di dalam dirinya,” jelas dia.[]


6 Komentar so far
Tinggalkan komentar

Bagus harap banyak maju dengan main lagu2 tersulit didunia seperti grieg a minor , rachmaninov piano concerto2 , litz hungarian dance dll

Komentar oleh Harsono

Bravo for Indonesia. !!!
Semoga semakin banyak lagi generasi-generasi muda di Indonesia yang sama seperti Kevin Suherman, ada Maria Audrey di bidang Fisika, ada para peraih medali emas di Olimpiade Fisika dan Matematika, dan masih banyak lagi. Semoga semuanya berkembang dengan baik dan dapat mengangkat nama Indonesia kembali.

@Mas Harsono,
Rachmaninov ???? Once I watched a film about that masterpiece, a man called David HelfGott, was facing a severe mental disorder, but then again He could live normally.🙂

Komentar oleh szpilman

Saya senang kalau baca tentang generasi muda Indonesia yang membanggakan. Sebagai penerus, Kevin juga kita harapkan memainkan & membawa harum karya-karya jenius Indonesia sebelumnya seperti Yased Jameen atau Ananda Sukarlan .

Komentar oleh Gunawan

saya bangga dengan para pianis muda di indonesia.dari dulu saya kepengen banget bisa nonton secara langsung konser mereka ataupun performance pianis-pianis muda, sayangnya belum ada kesempatan utk bisa nonton secara langsung. saya mohon informasi pada siapapun yang tahu agenda pianis2 muda yang akan konser/ tampil dalam waktu dekat ini ataupun di masa mendatang krn saya mengalami kesulitan mendapatkan informasi ini.terima kasih sebelumnya

Komentar oleh sofi

saya seneng bgt ngeliat prestasi asnk indonesia dibidang musik….
pa lg musik klasik…!!!!!! saya juga pencinta musik klasik. makanya saya ngebela- belain les piano. coz saya pernah dgr, bermain piano itu bisa merangsang otak……!!!!!

saya harapin lebih byk lg pencinta musik klasik si Indonesia…..

Komentar oleh Nina

Bangga membacanya. Inilah penerus Ananda Sukarlan. Kapan main bersama sang maestro ? Itu akan menjadi konser terbesar di sejarah musik klasik di tanah air.

Komentar oleh Jenny




Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s