Indonesia Art News Agency


9.81
Juni 26, 2007, 3:31 pm
Filed under: theatre

circus-6b.jpg

Laki-laki itu bangun di pagi hari. Sejak kecil memimpikan menjadi pemain sirkus yang mampu mengekspresikan kegelisahan dirinya. Laki-laki itu bangun pagi, mandi di sebuah kolam angan-angan dalam pertunjukkan sirkus 9.81.

circus-4b.jpgcicus-5b.jpgSaya tak menyangka laki-laki yang duduk sebentar di samping saya adalah orang yang akan memperlihatkan keahliannya berakrobatik. Orangnya tegap dan murah senyum.

Saat lampu dimatikan dia keluar dari kain hitam dengan meluncur bebas di papan yang licin. Dia seperti berenang. Lalu menjelma seperti tokek besar, burung, ulat dan spiderman. Dia menaiki tiang setinggi kurang lebih 7,5 meter kemudian masuk ke dalam kota besar. Gerakannya luwes dan berirama bersamaan iringan musik yang membawa saya menghayal di alam bebas. Tak ada tali pengaman di tubuhnya saat bergantung di kotak yang mirip sarang burung itu. Sesekali kepalanya keluar dari lubang dan penonton memberinya tepukan kekaguman.

Dia menjalin angannya, dia mewujudkan mimpinya dengan teaterikal. Memesona penonton malam itu.

circus-9b.jpgDia juga melompat dari satu tiang ke tiang yang lain. Berjalan seperti spiderman yang menempel di tiang sambil memainkan bola. Ia terjun bebas menuju lantai menggunakan tali lentur dan mantul kembali ke atas. Saat dia mengambil nafas penonton memberi tepukan sekali lagi. Saya melihat Prabowo Setyadi, sibuk mengambil gambar. Sepertinya tak ingin melepaskan setiap gerakan. Saya sendiri masih tegang melihat aksi laki-laki itu.

Laki-laki yang bergerak luwes itu adalah guru olahraga dan seorang pecinta alam sejati. Namanya Eric Lacomte [38]. Bagi saya pertunjukkan ini, dengan menjadi [atau menyatu] dengan alam lalu menikmatinya dengan sebuah pertunjukkan sirkus adalah sebuah mimpi anak kecil yang terindah.

Malam itu sepulang dari Dago Tea House [15 Juni 2007] saya terus membicarakan mimpi Eric. Hanya Bowo, fotografer yang membantu saya liputan agak kecewa karena merasa tidak maksimal bekerja. “Sudahlah…yang penting kita sudah melihat satu lagi pertunjukkan yang membuat kita harus banyak belajar.” kata saya.[]

Teks : Frino Bariarcianur 

Foto : Prabowo Setyadi


3 Komentar so far
Tinggalkan komentar

Howdy this is kinda of off topic but I was wanting to know if blogs use WYSIWYG editors or if you have to manually code with HTML.
I’m starting a blog soon but have no coding knowledge so I wanted to get advice from someone with experience. Any help would be enormously appreciated!

Komentar oleh installateur volet roulant isolant pas cher

I every time emailed this web site post page to all my contacts, since if like to read it next my
friends will too.

Komentar oleh DéPanneur serrurier pas Cher

Usually I dօ not read post on blogs, but I would
like to say that this write-up very compelled mee to check out and do it!
Yoour writing style has been surprised mе. Thanks, quite nice article.

Komentar oleh best song ever one direction lyrics




Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s