Indonesia Art News Agency


MANIFESTO BOEMIPOETRA
Agustus 17, 2007, 8:00 pm
Filed under: Literature

Beberapa tahun terakhir ini rakyat Indonesia banyak mengalami musibah besar yang merubah kehidupan mereka seperti terjadinya tsunami dan gempa bumi. Tapi tsunami dan gempa bumi adalah musibah yang memang tidak bisa dicegah terjadinya oleh kekuatan manusia karena merupakan bencana buatan alam. Bencana alam hanya bisa diterima dan menjadi tanggung jawab bersama korban dan bukan-korban untuk menanggulangi akibatnya.

Ini berbeda dengan bencana lain yang disebabkan oleh kelalaian manusia. Kelalaian manusia karena keserakahan untuk mendapatkan keuntungan ekonomi sebesar-besarnya dan tidak adanya tanggung jawab atas akibat yang mungkin diakibatkan sebuah perbuatan merupakan penyebab utama terjadinya bencana seperti yang terjadi di Porong Sidoarjo, Jawa Timur. Sudah lebih satu tahun ribuan rakyat Porong Sidoarjo telah menjadi korban lumpur beracun yang disebabkan oleh perusahaan Lapindo. Puluhan kampung musnah selamanya dan ratusan hektar tanah berubah menjadi danau lumpur beracun yang tidak mungkin untuk dimanfaatkan lagi oleh manusia. Semua ini terjadi karena kelalaian perusahaan Lapindo yang pemiliknya adalah Keluarga Bakrie.

Dalam konteks inilah penganugerahan Bakrie Award setiap tahun kepada tokoh-tokoh yang dianggap berprestasi besar dalam kebudayaan Indonesia adalah sebuah penghargaan yang sangat melecehkan kemanusian. Karena sementara ribuan rakyat Porong Sidoarjo korban lumpur Lapindo makin sengsara kehidupan sehari-harinya, Bakrie malah menghambur-hamburkan uang hanya untuk mencari nama semata. Disamping Kasus Lapindo, Bakrie dengan lembaga Freedom Institute-nya juga telah menyengsarakan rakyat Indonesia dengan cara memasang iklan raksasa di media massa nasional yang mendukung kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) beberapa waktu lalu.

Kami mengecam keras politik pemberian penghargaan Bakrie Award karena bagi kami hanya sebuah usaha manipulatif untuk mempengaruhi pendapat-publik atas reputasi Bakrie dan Freedom Institute sehubungan dengan Kasus Lapindo dan iklan mendukung kenaikan harga BBM di media massa. Kami mengecam keras para “budayawan” penerima Bakrie Award yang tidak memiliki solidaritas nasional dengan ribuan korban lumpur Lapindo dan jutaan rakyat korban kenaikan harga BBM. Kami menuntut Keluarga Bakrie dan perusahaan Lapindo-nya untuk segera melaksanakan tanggung jawabnya memberikan semua ganti rugi seperti yang diminta para korban lumpur Lapindo secepatnya. Kami menuntut para penerima Bakrie Award untuk memberikan hadiah uang sebesar Rp 100 juta yang mereka terima sebagai bagian dari penghargaan Bakrie Award kepada para korban lumpur Lapindo di Porong Sidoarjo secepatnya. Karena merekalah yang paling berhak untuk menerima uang tersebut sebagai kompensasi atas musibah besar yang ditimpakan atas kehidupan normal mereka. Sebagai solidaritas nasional kami meminta kepada para budayawan Indonesia untuk menolak dipilih sebagai penerima Bakrie Award di tahun-tahun yang akan datang kalau Kasus Lapindo belum diselesaikan Keluarga Bakrie sebagaimana mestinya.

Tangerang, 17 Agustus 2007

Saut Situmorang

Ahmadun Yosi Herfanda

Wowok Hesti Prabowo

Koesprihyanto Namma

Mahdiduri

Gito Waluyo

Viddy A Daeri

Jumari HS


3 Komentar so far
Tinggalkan komentar

kemarau begini emang musim manifest ya. aku sih nunggu musim durian. kok kagak datang2 ya. hhhh…sebal deh

Komentar oleh aji

Bumiputra beritanya brani juga ya and sangat menantang. makasih mas gito, majalah yang edisi peringatan bagi agen imperialis yang berkedok seniman. Cukup membuat keributan bagi kawan-kawan di padang, katanya Wooow…sangat berani..dan keren…! gimana kabarnya sekarang, salam juga buat abang saut situmorang ya, di padang banyak penggemar karya tulisnya.

Komentar oleh ibrahim

halo, Ibrahim!
makasih komentarnya. tapi banyak loh yang anggap kita cuman memproduksi sumpah-serapah dan serangan personal atas sesama sastrawan! hahaha… mungkin ini merupakan sisa-sisa peninggalan “politik bahasa” Orde Baru yang penuh eufemisme itu ya tapi gak disadarin ama para korbannya yang sudah merasa tereformasi! hahaha…
kalok mo “langganan” jurnal keren “boemipoetra” gampang loh, gak sesusah langganan Kalam ato Koran Tempo! email aja redaksi “boemipoetra” di: boemiputra@yahoo.com

gratis termasuk biaya kirim!
gile, man!!!

hahaha…

Komentar oleh Saut Situmorang




Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s