Indonesia Art News Agency


Surat Terbuka Untuk Pena Kencana Award
Maret 4, 2008, 11:19 pm
Filed under: Literature

Pena Kencana Award penuh kontroversial. Faisal Kamandobat, salah seorang sastrawan terpilih dalam penghargaan Pena Kencana mengundurkan diri. Alasannya, Faisal menyatakan bahwa penghargaan yang paling layak dan terhormat terhadap karya sastra adalah melalui kritik sastra dan bukan dengan polling sms yang tidak didukung argumentasi literer yang memadai. Berikut Surat Terbuka yang dikirimkan oleh Faisal Kamandobat. 

Kepada Yth.

Pena Kencana

Di Tempat 

Dengan tanpa mengurangi rasa hormat saya kepada pihak penyelenggara Pena Kencana Award, dan penghargaan kepada dewan juri yang telah memilih puisi saya ke dalam daftar 100 Puisi Terbaik Indonesia 2007, saya menyatakan mundur dari penghargaan Pena Kencana, dengan alasan sebagai berikut: 

Puisi-puisi saya adalah usaha mengeksplorasi proposisi logis bahasa untuk tujuan estetika, dan oleh karena itu tidak bisa dikompensasi dengan sebuah peghargaan yang tidak berkaitan dengan hal itu, pula dengan alasan estetik lain yang dapat didengar dan dipertanggung-jawabkan di hadapan publik sastra.  

Bagi saya, penghargaan yang paling layak dan terhormat terhadap karya sastra adalah dengan kritik sastra dan bukan dengan polling sms yang tidak didukung argumentasi literer yang memadai.  

Usaha ekonomisasi sastra secara berlebihan akan menimbulkan dampak luas terhadap khazanah sastra kita, yaitu nilai ekonomi akan lebih menentukan kualitas sebuah karya sastra dibanding nilai estetik, ilmiah dan humanik, terlebih melihat tradisi tersebut belum sunguh-sungguh mapan dalam khazanah sastra kita.  

Terdapat beberapa penyair selain saya yang lebih layak mendapatkan penghargaan ini, dengan menimbang intensitas, produktivitas, dan capaian estetiknya, di antaranya Raudal Tanjung Banua yang tekun mengekplorasi nuansa Melayu klasik sehingga tetap aktual dalam khazanah puisi Indonesia kontemporer, Riki Dhamparan Putra yang berusaha mengolah mistisisme dengan caranya sendiri dalam puisi-puisinya, dan I.G. Samargantang yang sangat kreatif mengekplorasi puisi magis Bali dalam karya-karyanya, serta banyak penyair lain yang penuh bakat dan dedikasi.  

Demikian surat pengunduran diri ini saya buat, semoga dapat dimengerti oleh pihak Pena Kencana khususnya serta masyarakat sastra Indonesia pada umumnya. Adapun honor puisi saya berjudul Aku Mencintai Kalian sebesar Rp. 750.000,00 akan saya kembalikan ke alamat Pena Kencana lewat kantor pos.

Hormat saya,

Faisal Kamandobat  


4 Komentar so far
Tinggalkan komentar

saya sependapat dengan mu mas faisal, penilaian lewat sms tidak bisa dipertanggungjawabkan.

Komentar oleh simon karsimin

[…] Artikel terkait : “Surat Terbuka Untuk Pena Kencana Award” […]

Ping balik oleh Pena Kencana atau Pena Bencana? « Indonesian Art News Agency

o Cinta bagaimana, bagaimana nasib idealisme dan sekuntum nurani
di bawah cakrawala kapitalisme?

Cinta, ada yang tertawa, terkekeh, meringis, kaget, tungggang langgang, dan menyongsongnya penuh haru….

Cinta,
Faisal Komandobat memilih untuk melawan!
Jalan cinta yang aduhai, Cinta.
Aku cinta orang-orang seperti dia.

Komentar oleh Gani

saya memantau tulisan anda semenjak anda masih SMU. dimulai dari ketertarikan saya pada tulisan anda yang berjudul Generasi yang Sakit. saya ingin kita bisa share, untuk topik apa saja. saya harap anda bersedia. silakan add saya di fesbuk. Cari saja Zeit Geist Indonesia. terima kasih.

Komentar oleh arif rahman




Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s