Indonesia Art News Agency


Rumah Rayap Nia Gautama
Maret 6, 2008, 12:54 am
Filed under: visual arts | Tag: , ,

Teks : Frino Bariarcianur Barus

Kurniawaty Gautama atau biasa dikenal dengan Nia Gautama atau Nia, seorang perupa sedang memamerkan sejumlah karya instalasi yang menggunakan tanah liat di Bentara Budaya Jakarta, jalan Palmerah Selatan 17 Jakarta. Dalam pameran bertajuk “WONDROUSHELTER” Nia membuat bentuk tanah liat seperti rumah rayap. Inilah suatu kerja mimesis dari fenomena alam yang inspiratif.
nia-3.jpg

Karya Nia berbentuk tiga dimensional dengan menggunakan bahan mentah tanah liat. Bentuknya silinder – lonjong mengerucut, setinggi 150 cm hingga sekitar 2 meteran. Semuanya berjumlah 28 buah silinder kerucut. Ditiap bendanya itu, ia membuat beragam olahan dekorasi seperti wujud rumah atau gedung yang organis, seperti juga rumah rayap. Lalu ia melubangi, menoreh badan tanah liat selagi belum mengeras.

Nia membiarkan rumah rayap yang dicampur bermacam material miliknya mengeras tanpa dibakar. Dengan demikian ia pun membiarkan rumah rayapnya rapuh dengan sendirinya. Mengikuti alam.

Karya yang seperti rumah rayap ini, menurut Rifky Effendi, kurator pameran, instalasi Nia menjadi wujud arsitektural sebuah kumpulan gedung tinggi layaknya dalam keseharian sebuah kota. Imajinasinya yang cenderung bergaya naif tentang sebuah bangunan merupakan metafor tentang tempat tinggal kumpulan manusia dan lingkungannya.

Dan Nia menggunakan idiom rumah rayap untuk menggambarkan bahwa sebenarnya manusia yang tinggal di gedung-gedung bertingkat sebenarnya juga meniru dari fenomena alam.

Di dalam catatan kurasi, Rifky Effendi menjelaskan bahwa rayap atau semut di beberapa daerah dipelosok dunia mempunyai kerja ajaib. Binatang yang dianggap remeh ini mampu mendirikan rumah menjulang hingga berukuran ekstrim sekira 9 meter. Rumah – rumah rayap atau disebut Mounds terjadi ketika sangkar tumbuh melewati batas permukaan yang tersembunyi. Rumah rayap berbentuk amorfis dan skulptural.

“Maka tak aneh ketika fenomena arsitektural alam itu menjadi acuan atau inspirasi manusia untuk membangun tempat tinggalnya yang lebih beradab,” tulis Rifky.

proses-nia.jpg

Menurut Rifky kekaryaan Nia Gautama memperlihatkan suatu perkembangan terakhir praktik seni rupa kontemporer. Tidak hanya pada eksplorasi konseptual namun juga penjelajahan material. Ini menunjukan bahwa secara konsepsi tanah liat atau benda-benda tembikar bisa dieksplorasi untuk seni.

Kesungguhan dan ketekunan lulusan Fakultas Ekonomi Universitas Trisakti mengeksplorasi tanah liat yang berbentuk seperti rumah rayap ini, dapat Anda saksikan di Galeri Budaya Jakarta, Jl. Palmerah Selatan 17 Jakarta, sejak 5 Maret kemarin dan berakhir 16 Maret 2008. Nia juga akan menyelenggarakan workshop keramik pada tanggal 7-8 Maret 2008. []

Informasi :
Nia Gautama
http://niagautama.multiply.com
email : alampot@yahoo.com
atau
Bentara Budaya Jakarta
Jl. Palmerah Selatan 17 Jakarta
Tel info : 021-5483008 # 7910-7911


Tinggalkan sebuah Komentar so far
Tinggalkan komentar



Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s