Indonesia Art News Agency


Sekeping Cerita Java Jazz Festival 2008
Maret 11, 2008, 2:41 pm
Filed under: music | Tag:

java-6.jpg

Teks/foto oleh Angga Kusumah

Walaupun agak kecewa datang pada hari terakhir, Minggu, 9 Maret 2008, saya masih bisa menikmati rangkaian Java Jazz Festival di Jakarta Convention Centre. Festival ini bertabur musisi jazz papan atas Indonesia dan dunia. Dan saya merekam peristiwa budaya ini lewat beberapa jepretan foto.
Dengan berbekal kamera digital, rasa kecewa itu sedikit terhapuskan oleh penampilan Ari Pramundito atau “Ari”, musisi muda kelahiran Jakarta, 11 Oktober 1981. Selama kiprahnya Ari pernah mendapatkan gelar The Best Guitarist Festival Musik Pelajar se-Jawa Bali dan mengeluarkan album Funk Me [2007].

java-4.jpgBerikutnya saya menyaksikan penampilan Omar Sosa n’friend, seorang komposer, pemain perkusi dan pianist dengan gaya unik ala Afro Cuban jazz. Penampilan Omar begitu ekspresif. Beberapa aksi panggung Omar saya abadikan. Omar sendiri pernah mendapatkan nominasi Grammy Award, baik untuk kategori musik latin maupun musik latin jazz.

java-3.jpg

Setelah penampilan Omar Sosa, saya dihibur kembali dengan penampilan Najee. Lengkingan saxophon-nya membuat seluruh penonton di Exibition Hall B terpukau.

java-2.jpgAkhirnya sampai juga pada akhir perjalanan saya di gelaran Java Jazz Festival 2008 yang mengusung tema ”Bringing the World to Indonesia”, saya menyaksikan penampilan D’sound.

Meski tak bisa melihat semua musisi jazz, pengalaman menambah referensi musik jazz setidaknya bertambah. Mulai dari hiruk-pikuk panitia penyelenggaraan sampai pada bagaimana seorang musisi jazz mengekspresikan cita rasa dan membaginya kepada penonton. Meski tak utuh merekamnya, saya merasa bahagia. Oke, saya harus bersiap untuk pulang kembali ke Bandung. Dalam hati berharap bisa datang lagi di Java Jazz 2009 dengan tiket gratis dari Radio Ardan, ha..ha…[]


4 Komentar so far
Tinggalkan komentar

Ehmm…. agak narsis dikit ah.. Angga Kusumah kan, fotografer Suara Mahasiswa. jadi ceritanya bangga? ya.. iyalah.haha..

But, dengan adanya kembali JAVA JAZZ, semakin mengharumkan Indonesia di ajang Intenasional.

Seperti kata Idang Rasidi, “Jazz… Keliru tapi indah.” semoga segala kekeliuran yang terjadi di Indonesia bisa seperti Jazz.

visit us: http://www.suaramahasiswa.info

chill out ‘n relax…

Komentar oleh ismal@suaramahasiswa.info

Wah cukup menraik nih foto2 nya…
jepretan sendiri nih????

gue bingung ma komnetar “Jazz..keliru tapi indah” tuh maksudnya apaan sih???

Komentar oleh jatmik

Begini bung Jatmik,

Kalimat ini saya dapatkan saat menonton Jazz Break di Braga Festival tahun 2005. Waktu itu Idang Rasidi melakukan improvisasi nada saat sedang duet dengan Tompi lewat pianonya. Begitupun dengan Tompi yang mengimprovisasi nada suaranya yang menurut saya, “Amazing Banget!” diakhir lagu, mereka berdua tertawa bersama. dan munculah kalimat itu, “Ya… itulah jazz, keliru tapi indah.”

Barangkali yang saya tangkap dari kalimat itu adalah, terkadang nada-nada yang keluar dari jazz agak ‘keliru’, anordinary, atau keluar dari jalur lagu… but itulah jazz…

Atau…”Thanks God it’s Jazz…”hahaha

Komentar oleh ismal@suaramahasiswa.info

Keren-keren euy Rab…
ganti nge-jaz euy… kumaha dangdut?

Komentar oleh Deni_borin




Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s