Indonesia Art News Agency


Teater Tetas Pentaskan Republik Anthurium
April 21, 2008, 4:28 am
Filed under: theatre | Tag: ,

Teks : Frino Bariarcianur
Teater Tetas menggelar pementasan teater berjudul ”Republik Anthurium” karya Ags. Arya Dipayana di Solo, dan Yogyakarta. Pertunjukkan teater ini merupakan refleksi atas sebuah negeri yang carut-marut.

Naskah Republik Anthurium ditulis oleh Ags. Arya Dipayana, bercerita tentang sebuah negeri ini yang seluruh tatanannya dibangun dengan isu. Setiap kali suatu isu dihembuskan maka perhatian seluruh masyarakat akan tertuju ke situ dan segera melupakan apa yang mereka persoalkan. Masyarakat digiring oleh kepentingan dari pemegang kendali. Masyarakat menjadi mabuk kepayang dan larut dalam permainan.

Dalam naskah ini menyebutkan bahwa negeri tersebut dikendalikan oleh kekuasaan yang tak tampak. Kekuasaan itulah yang mengatur pranata politik, budaya, ekonomi, ataupun sosial di negeri tersebut. Akibatnya setiap perubahan dapat terjadi kapan saja dan tanpa terduga sebelumnya.

Pementasan teater “Republik Anthurium” digelar di Teater Arena Taman Budaya Surakarta, pada tanggal 20 – 21 April 2008 – pukul 20.00 wib kemudian berlanjut di kota Yogyakarta yang tampil di Gedung Societet Taman Budaya Yogyakarta, pada tanggal 22 – 23 April 2008 – pukul 20.00 wib. Sebelumnya di awal tahun, Teater Tetas menggelar naskah ini di GoetheHaus Jakarta pada bulan Januari 2008.

Kelompok Teater Tetas asal Jakarta ini adalah salah satu kelompok teater tua di Indonesia. Didirikan pada tahun 1978 dengan nama Teater Gembong. Kemudian berubah menjadi Teater Egg dan sampai saat ini memakai nama Teater Tetas sejak tahun 1984.

Teater Tetas pernah mementaskan Oedipus Berpulang karya Sophokles, Kereta Kencana karya Ionesco versi WS Rendra, kemudian pernah juga mementaskan Geger Indraprasta dan Wisanggeni di tahun 1986, Umang-Umang [1998], Jejak Surga [2003], dan masih banyak lagi. Kelompok teater yang pernah vakum lama ini juga sering menyuguhkan karya-karya sendiri. []


1 Komentar so far
Tinggalkan komentar

memang seni itu memang indah dan berniali tinggi, apalagi jika bicara tentang karya seni teater,

Komentar oleh Maxgrosir




Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s