Indonesia Art News Agency


Seniman Avant-garde Bali Sedikit
April 26, 2008, 2:25 am
Filed under: visual arts | Tag: , ,

Teks : Frino Bariarcianur
Jogja Gallery menggelar pameran bertajuk “Bali Art Now : Hibridity”. Dorongan penyelenggaraan pameran ini lantaran seniman avant-garde di Bali terbilang sedikit.

Pernyataan diatas dikemukakan oleh Mikke Susanto, dalam kurasinya yang berjudul “Buah Kuldi Hibrida”. kritikus seni rupa ini menyatakan sedikitnya seniman avant-garde di Bali disebabkan seni ulayah mendominasi. Baik itu dalam seni lukis tradisional-klasik dan seni modern-turistik. Kekuatan dan dominasi seni ulayah menurut Mikke cenderung menguat karena mendapat legitimasi dan dorongan sosial, religi dan ekonomi.

Dalam pameran ini Mikke yang bertindak sebagai kurator pameran mencoba manawarkan perbincangan seni akulturasi dalam periode mutakhir pada diri seniman asal Bali. Mikke ingin menawarkan “selera” lain selain seni lukis yang selama ini telah lama dikenal di Bali. Kata Mikke, perbincangan ini amat menantang.

Hibridasi yang dimaksud Mikke lebih diarahkan dalam pengertian percampuran seni klasik Bali dengan seni modern/Barat.

Seniman Bali yang terlibat dalam pameran antara lain : AT. Sitompul, Agung Putra Dela, Agus Putu Suyadnya, Budi Agung Kuswara Gede, Ida Bagus Komang Sindu Putra, I Dewa Made Mustika, I Gede Arya Sucitra, I Gede Suanda, I Gusti Made Wirata, I Gusti Ngurah Udiantara a.k.a Tantin, I Kadek Agus Ardika.

I Kadek Dedy Sumantra Yasa, I Made Adinata Mahendra, I Made Gede Putra, I Gede Made Surya Darma, I Made Arya Palguna, I Made Aswino Aji, I Made Bakti Wiyasa, Made Muliana a.k.a Bayak, I Made Kenak Dwi Adnyana, I Made Ngurah Sadnyana, I Made Suarimbawa a.k.a Dalbo, I Made Supena, I Made Wiguna Valasara, I Made Wirata,

I Made Widya Diputra a.k.a Lampung, I Nengah Sujena, I Nyoman Darya, I Nyoman Adiana, I Nyoman Sukari, I Nyoman Suyasa, I Nyoman Triarta AP, I Putu Aan Juniartha, I Wayan Gawiartha, I Wayan Legianta, I Wayan Sujana a.k.a Suklu, I Wayan Upadana, I Nyoman Agus Wijaya, Ketut Sugantika, Ketut Suwidiarta, Ketut Teja Astawa, Made Galung Wiratmaja, Made Toris Mahendra, Nyoman Sujana a.k.a Kenyem, Putu Adi Gunawan, Tjokorda Bagus Wiratmaja, Wayan Kun Adnyana, Widhi Kertiya Semadi, dan Willy Himawan.

Pameran seni rupa “Bali Art Now : Hibrida” diselenggarakan di Jogja Gallery, jalan Pekapalan No 7, Alun-alun Utara, Yogyakarta. Pameran berlangsung dari tanggal 25 April – 8 May 2008. []


1 Komentar so far
Tinggalkan komentar

Wow KEREN… Ane Penggemar Karya SENI,
sangat indah, menenangkan JIWA, Mengantarkan kita pada surga imaginasi

Komentar oleh captain




Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s