Indonesia Art News Agency


Festival Air Internasional 2008 di STSI Bandung
Mei 17, 2008, 12:05 pm
Filed under: festival | Tag: ,

Teks : Frino Bariarcianur
Sekolah Tinggi Seni Indonesia [STSI], Yayasan Teater Payung Hitam dan The Royal Netherlands Embassy menggelar Festival Air Internasional 2008 di STSI, jalan Buah Batu No.212 Bandung. Festival ini menyuguhkan berbagai pertunjukkan dan pameran seni yang mempersoalkan air.

Pada pembukaan [16/05/08], pukul 19.00, Jumat tadi malam menyuguhkan pertunjukkan “Perahu Noah” oleh Teater Payung Hitam di Lapangan depan Gedung Kesenian [GK] Sunan Ambu, video art installation oleh Mark Salvatus dan Hendra “Takoer” Prawira di GK. Sunan Ambu, dan pertunjukkan tari oleh Miroto Dance Theatre juga di GK. Sunan Ambu.

Pada hari Sabtu [17/05/08], pukul 13.00, acara dimulai dengan Seminar Air dengan pembicara Prof. Jakob Sumardjo, Endo Suanda MA dan Iwan Abdulrachman di Ruang Serba Guna GK. Sunan Ambu. Malam hari Rah Bachtiar menyuguhkan karya video art pada pukul 20.00. Setelah 15 menit berselang Putu Wijaya menyuguhkan pertunjukkan teater monolog. Malam kedua festival air ditutup dengan pertunjukkan musik oleh I Wayan Sadra. Semua kegiatan di laksanakan di GK. Sunan Ambu.

Malam ke-3, Minggu [18/05/08] pada pukul 20.00, Ivana Stojakovic [Serbia] menyuguhkan video art installation, Godi Suwarna menyuguhkan pembacaan puisi dan ditutup dengan pertunjukkan musik oleh Iwan Abdulrachman.

Pada malam ke-4, Senin [19/05/08], pukul 20.00, festival air internasional menyuguhkan kolaborasi pertunjukkan teater “Airmataair” dan video art oleh Rachman Sabur, Tikka Seas dan Manuel Castro di GK. Sunan Ambu.

Dari seluruh rangkaian acara, Rachman Sabur, penanggung jawab festival dan ketua yayasan Teater Payung Hitam, mengatakan, nilai penting dari proyek festival air ini adalah bagaimana kita “manusia” sadar akan lingkungan, baik secara personalitas maupun universalitas.

Sementara itu Dr. Nikoalos van Dam, Duta Besar Belanda di Indonesia mengatakan festival air Internasional merupakan contoh yang baik dan kreatif yang dengan senang hati didukung oleh Kedutaan Besar Belanda di Indonesia.

Indonesia sendiri yang memiliki masalah dibidang air pernah mendapatkan bantuan dari pihak Belanda selama bertahun-tahun. Bantuan tersebut untuk menangani bencana ekologis yang besar dan masalah kesehatan, misalnya bencana banjir yang seringkali melanda Jakarta dan kota-kota lain, tanah longsor, penyakit-penyakit yang berkaitain dengan masalah air dan kebersihan, dan sistem perairan yang tidak memadai.

Bantuan yang diberikan pihak Belanda tersebut sekira 15 juta Euro setiap tahun kepada Indonesia.

Air memang menjadi perhatian besar pemerintah Belanda. Dan keahlian Belanda menangani air selama beabad-abad lamanya menjadikan Putra Mahkota Willem-Alexander selama beberapa tahun yang lalu bersedia menjadi penggerak dalam menangani masalah air di seluruh dunia.

Menurut Dr. Nikoalos van Dam, persoalan air tidak hanya menuntut kerjasama berbagai pihak internasional tetapi juga menuntut peran masyarakat lokal untuk menerapkan jalan keluarnya.

Rachman berharap festival air ini menjadi sebuah ruang alternatif kesadaran untuk membaca alam. Selain itu masyarakat sekaligus diajak untuk menyaksikan bagaimana air menjadi sumber alam namun juga melihat air dapat menjadi sebuah sumber malapetaka.

“Kita ingin memuliakan air lewat festival,” kata Rachman.

Dan pemuliaan air dalam perhelatan festival air ini merupakan silahturahmi dan ritual bersama untuk membangun kesadaran dan mengembangkan wacana budaya air. “Betapa sangat berharganya air, sering kita lupa merawat, memuliakan dan mensyukurinya,” kata Rachman. []


6 Komentar so far
Tinggalkan komentar

sudah banyak yang saudara-saudaraku lakukan di STSI kurang membumi dengan jaman yang ada, gampang puas dan kurang mau kerjasama kelompok. Kalu mau tiru budaya orang Jepang begini : budaya di Jepang tidak terlalu mengakomodasi kerja-kerja yang terlalu bersifat individualistik. termasuk klaim hasil kerja, biasanya ditujukan untuk tim atau kelompok tersebut. fenomena ini tidak hanya didunia keraja, kondisi kampus dengan lab peneliatiannya juga seperti itu, mengerjakan tugas matakuliah bissanya juga dalam bentuk kelompok. kerja dalam bentuk kelompok mungkin salah satu kekuatan terbesar orang Jepang. ada anekdot bahwa ” 1 orang profesor Jepang akan kalah dengan satu orang profesor Amerika, hanya saja 10 orang profesor Amerika tidak akan bisa mengalahkan 10 orang profesor Jepang yang berkelompok” musyawarah mupakat atau sering disebut “rin-gi” adalah ritual dalam kelompok. keputusan strategis harus dibicarakan dalam “rin-gi”.
boleh dicontoh tuh

Komentar oleh dedi hamdani

selamat buat kawan2 TPH,bravo

Komentar oleh FELLY DARYANTO

tahun 1997 untuk pertama kali bergabung dengan teater payung hitam bandung,lewat sebuah eksplorasi yang panjang tak disangka tubuh ini sudah dilebur pada bahasa2 alam,dan hal inilah yang menjadi kenangan tersendiri sehingga muncul sebuah gairah bahwa alam ini adalah kita dan kita adalah alam,salut buat rachman sabur yang sudah begitu banyak dan masih terus berbuat untuk mengoyak hati setiap jiwa yang lupa akan dirinya dan alam sekitarnya,kenangan dalam proses merah bolong serta relief air mata tak akan pernah dilupakan,kapan ada kesempatan berkunjunglah ke tempat kelahiranku di pangkalpinang,semoga…

Komentar oleh FELLY DARYANTO

sebenarnya apayang menjadi kekurangan kita sebagai manusia yang berbudaya adalah kurang menempatkan kapasitaskita pada kapasitas yang seharusnya. maksudnya setiap individu memiliki haermonisasi dan intengible masing masing dalam melagukan/ memerankan apapun. termasuk dalam dunia pertunjukan. teater payung hitam adalah sebuah kepercayaan diri bagi sebagian kalangan dan bisa pula menjadi masalah bagi yang lain. mungkin saja teater payung hitam belum siap untuk membaur dan secara fulgar untuk merubah warna kan kekhasan yang mereka usung selama ini. saya rasa itu wajar bagi setiap teaterawan manapun. perbedaan cara adalah sebuah varian dan dari sanapula keunikan bisa kita lihat.

Komentar oleh achmad jailani

selamat dan sukses pertunjukan teaternya be, salam sayang selalu buat kawan2 TPH dan yang jelas buat kawan2 jendela kayu manis angkatan 2007

Komentar oleh achmad jailani

Salam kenal, slm dan smg sukses utk acaranya..mdh2an byk menambah wawasan bagi kita semua…

Komentar oleh kasminel




Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s