Indonesia Art News Agency


TIM Gelar Pameran Lukisan “Sabang Merauke”
Mei 13, 2008, 10:56 am
Filed under: Uncategorized, visual arts | Tag: , ,

Teks : Frino Bariarcianur
Dalam rangka memperingati 100 Tahun Kebangkitan Nasional, sejumlah seniman memamerkan karya dalam tema “Sabang Merauke”. Pameran ini berlangsung mulai 22-30 Mei 2008 di Galeri Cipta II Taman Ismail Marzuki, jalan Cikini Raya 73 Jakarta. Baca lebih lanjut



Dendang Daging Berirama Trauma
Mei 10, 2008, 7:27 pm
Filed under: visual arts | Tag: ,

Teks : Frino Bariarcianur
Seorang perempuan biasanya sangat akrab dengan daging tapi bagi Loranita Theo daging punya cerita yang lain. Ia trauma dengan daging. Baca lebih lanjut



Mimpi Indonesia : Trauma atawa Utopia?
Mei 10, 2008, 2:38 pm
Filed under: visual arts | Tag: ,

Teks/foto : Frino Bariarcianur
Para perupa yang berpameran di Lobby Rektorat Universitas Katolik Parahyangan [Unpar] mengungkap mimpi mereka tentang konsep ke-Indonesia-an. Baca lebih lanjut



A n g i n A p r i l*
April 27, 2008, 8:33 am
Filed under: visual arts | Tag:

Oleh Bagus Dwi Danto
Bayu kupercaya sebagai seorang sahabat yang dapat menyegarkan suasana hatiku. Baca lebih lanjut



Seniman Avant-garde Bali Sedikit
April 26, 2008, 2:25 am
Filed under: visual arts | Tag: , ,

Teks : Frino Bariarcianur
Jogja Gallery menggelar pameran bertajuk “Bali Art Now : Hibridity”. Dorongan penyelenggaraan pameran ini lantaran seniman avant-garde di Bali terbilang sedikit. Baca lebih lanjut



Wayang Kulit Bergambar Tokoh Revolusi
April 18, 2008, 1:08 pm
Filed under: visual arts | Tag: , ,

Teks : Frino Bariarcianur
Pameran seni rupa yang diadakan di Hobby Studio milik Indonesian Visual Art Archive [IVAA] kali ini berbeda. Pamerannya berupa wayang kulit bergambar tokoh-tokoh revolusi kemerdekaan. Wayang-wayang tersebut dipamerkan dalam rangka usaha perdamaian bagi para veteran perang. Baca lebih lanjut



Ketika Putih Bertemu Hitam
April 12, 2008, 6:08 pm
Filed under: visual arts | Tag:

Teks/foto : Frino Bariarcianur

Efstahia Milaraki menggelar delapan lukisan di Galeri Esp’Art CCF Bandung, jalan Purnawarman 32 Bandung. Seniman perempuan ini menyebut lukisannya dengan kalimat yang puitis,”Quan le blanc rencontre le noir” atau “ketika putih bertemu hitam.” Baca lebih lanjut